Ranah

Ratok taragak dari rantau

Laba-laba

Together, everywhere, forever..

Be happy

Ceria mengejar impian.. tetap optimis walau jalan masih berdebu

Revolution

Menyaksikan sisa-sisa Revolusi Mesir di Tahrir Square

BBM club

Belajar,Berbagi, Mumtaz | Korean view - International Park

Sejarah kita tak bisa lepas dari orang, bangunan, dan tradisi. Di dalamnya kita temukan nilai-nilai, pola hubungan, budaya, dan juga peradaban. Pada ketiganya kita menyandarkan sebagian besar proses bertumbuh dalam hidup. Sebab hidup, adalah soal bercermin dari masa lalu dan masa sekarang, untuk masa depan. Oleh karena itu, Al Qur'an menyuruh kita berjalan, agar mata lebih terbuka, agar kita mau berpikir, mengambil pelajaran, dan mengerti. Maka, "Lihat Bangunan, Orang, dan Tradisi Negeri lain" #tarbawi 295

Selasa, 30 Desember 2025

Saat Akhir Sang Pejuang Bertopeng

 


Pada Sabtu malam, 30 Agustus, dalam salah satu momen pengkhianatan yang paling keji, seorang agen melaporkan keberadaan sang "Pejuang Bertopeng" kepada perangkat Shin Bet saat ia sedang mengunjungi keluarganya setelah sekian lama menghilang.

Shin Bet tidak menyia-nyiakan informasi tersebut. Mereka menganggapnya sebagai peluang langka yang telah lama dinanti setelah kegagalan 14 upaya pembunuhan sebelumnya. Segera setelah itu, pertemuan darurat diadakan yang melibatkan para komandan militer, dan keputusan pun diambil untuk menggunakan pesawat-pesawat yang dipersiapkan khusus guna membunuh para pemimpin perlawanan. Meski mereka tahu persis ia berada di satu apartemen tertentu, mereka membom seluruh gedung demi memastikan kematiannya, sekaligus sebagai bentuk balas dendam terhadap seluruh keluarganya.

Dalam serangan tersebut, digunakan rudal-rudal yang membawa bom termobarik (bom panas) yang dilarang secara internasional. Bom ini melepaskan awan bahan bakar peledak yang menyebar di udara, kemudian meledak seketika, menghasilkan panas yang dahsyat dan tekanan mematikan yang menghanguskan tubuh hingga menguap, serta menyedot oksigen dari lokasi tersebut—tak ada manusia maupun benda yang selamat.

Gugurlah pahlawan kita sebagai syahid, bersama istrinya dan anak-anaknya: Layan, Minnatullah, dan Yaman. Jasad sucinya menguap sepenuhnya, seolah-olah mereka ingin menghapus jejaknya. Turut gugur bersamanya 40 anggota keluarga Al-Kahlout dan 30 warga sipil yang tidak bersalah. Ia syahid dalam keadaan maju menerjang, bukan melarikan diri.

Sebelum kesyahidannya, telah datang janji dan kabar gembira... Sebuah mimpi yang ia ceritakan kepada iparnya, Dr. Munzir Al-Amoudi, di mana ia melihat Rasulullah ﷺ bersabda kepadanya: "Engkau adalah syahid hari ini."

Maka, pagi harinya ia lalui dengan mandi, berhias, dan memakai wewangian... seolah-olah ia sedang diarak menuju pengantinnya. Ia syahid setelah menunaikan amanah, membela agama dan tanah airnya dengan darahnya. Seluruh umat menangisinya, masjid-masjid dan mihrab-mihrab meratapinya, begitu pula medan pertempuran.

Kami tidak menganggap para syuhada itu mati... melainkan mereka pergi untuk menjadi saksi atas kita semua. Semoga Allah menerima syahid kita, dan mengampuni kita atas kelalaian kita terhadapnya.

Syaikh Ahmad Zaidan


Para Pemimpin Perlawanan Qassam yang Syahid Baru-baru ini

... 


Berikut adalah deskripsi naratif mengenai tokoh-tokoh kunci Brigade Al-Qassam (sayap militer Hamas) yang gugur sebagai Syahid, berdasarkan laporan resmi terbaru 29 Desember 2025

 * Mohammed Al-Sinwar

   Ia merupakan adik kandung dari Yahya Sinwar dan dikenal sebagai salah satu "arsitek" serangan 7 Oktober. Lahir di Khan Younis pada tahun 1975, ia memegang peran krusial sebagai perancang "Kesepakatan Shalit". Pasca kematian kakaknya, Mohammed muncul sebagai pemimpin de facto militer Hamas di Gaza dan menjadi dalang di balik taktik terowongan jebakan yang rumit. Israel secara resmi mengumumkan penargetannya pada 13 Mei 2025.

 * Marwan Issa

   Menjabat sebagai Wakil Kepala Staf, sosok kelahiran 1965 ini dijuluki sebagai "Komando Palestina". Sebagai tangan kanan Mohammed Deif, ia masuk dalam daftar hitam terorisme Amerika Serikat dan Eropa. Ia merupakan salah satu perencana inti dari operasi Taufan Al-Aqsa. Perjuangannya berakhir setelah Al-Qassam mengumumkan syahidnya pada Januari 2025.

 * Abu Obeida

   Sosok ikonik yang menjabat sebagai Juru Bicara Resmi Brigade Al-Qassam sekaligus Kepala Departemen Media Militer. Dikenal dengan julukan "Si Topeng" atau "Suara Perlawanan", ia mulai muncul di publik sejak 2004 dan menjadi tokoh paling misterius dalam sejarah perjuangan Palestina. Meski Israel mengklaim pembunuhan atas dirinya pada Agustus, pihak Al-Qassam baru memberikan pengumuman resmi berkabung pada 29 Desember 2025.

 * Mohammed Shabana

   Sebagai Komandan Brigade Rafah, ia memiliki peran sentral dalam mengembangkan jaringan terowongan pertahanan di wilayah selatan Gaza. Ia dikenal luas karena perannya dalam operasi penculikan perwira Israel, Hadar Goldin, yang ditahan selama lebih dari satu dekade. Setelah selamat dari banyak upaya pembunuhan sebelumnya, Israel kembali mengumumkan penargetannya pada Mei 2025.

 * Raed Saad

   Merupakan orang nomor dua di jajaran pimpinan Al-Qassam dan mengepalai departemen produksi militer. Ia adalah tokoh veteran yang telah menjadi target pengejaran selama lebih dari 35 tahun. Dianggap sebagai arsitek rencana strategis "Tembok Jericho" dan pembentukan unit elit Nukhba, ia dinyatakan tewas dalam serangan udara di Gaza pada Desember 2025.

 * Abu Omar Al-Souri

   Seorang pakar militer kelahiran Kuwait keturunan Palestina yang bergabung ke Gaza pada 2005. Ia menjabat sebagai Kepala Pusat Dukungan dan Pelatihan, di mana ia membangun sistem pendidikan militer Al-Qassam dan mentransfer berbagai keahlian tempur. Israel menganggapnya sebagai salah satu pilar terakhir dari kepemimpinan senior Hamas sebelum ia gugur pada Juni 2025.

 * Mohammed Deif

   Panglima Tertinggi Brigade Al-Qassam yang legendaris, ia dijuluki sebagai "Pria dengan Sembilan Nyawa" karena berkali-kali selamat dari upaya pembunuhan. Sebagai otak utama di balik pengembangan kekuatan militer Hamas dan perencanaan besar Taufan Al-Aqsa, sosok yang sangat tertutup ini akhirnya dinyatakan gugur oleh Al-Qassam pada Januari 2025.

 * Rafe' Salameh

   Menjabat sebagai Komandan Brigade Khan Younis, ia adalah salah satu pimpinan lapangan paling menonjol di wilayah selatan Gaza. Ia terlibat dalam operasi-operasi strategis seperti penangkapan Gilad Shalit dan perencanaan taktis Taufan Al-Aqsa. Perjalanannya berakhir ketika ia gugur dalam serangan udara di kamp Al-Bureij pada Oktober 2023.

Apakah Anda memerlukan informasi tambahan mengenai salah satu tokoh ini atau ingin saya menyusunnya dalam format lain?


Sabtu, 22 November 2025

Catatan 3 Era: Skenario 18 Hari


Empat belas tahun lalu, revolusi Musim Semi Arab meletus, dimulai dari Tunisia dan dengan cepat menyebar ke Mesir, menuntut keadilan sosial, martabat, dan penggulingan rezim. 

Di Mesir, dalam 18 hari, peristiwa-peristiwa meningkat secara dramatis dan menginspirasi, yang berpuncak pada pengumuman pengunduran diri Mubarak dari kekuasaan, dan militer mengambil alih administrasi negara, yang memasuki fase baru di negeri piramida itu. 

Kronologi 18 Hari Revolusi Mesir (25 Januari - 11 Februari 2011)

Revolusi Mesir tahun 2011, juga dikenal sebagai Revolusi 25 Januari, adalah periode gejolak politik yang intens selama 18 hari yang berpuncak pada pengunduran diri Presiden Hosni Mubarak.

Revolusi ini dipicu oleh seruan di media sosial dan dimulai pada 25 Januari, bertepatan dengan Hari Polisi Mesir, sebagai protes terhadap kekejaman polisi, korupsi, kemiskinan, dan upaya Presiden Hosni Mubarak untuk mewariskan kekuasaan kepada putranya, Jamal Mubarak. Sementara ia sendiri sudah berkuasa selama 30 tahun. 

Revolusi yang merupakan bagian dari "Arab Spring" ini juga dipengaruhi oleh Revolusi Tunisia. Aksi ini segera meluas, menuntut keadilan sosial, martabat, dan diakhirinya rezim otoriter.

Fase Awal: Protes dan Kekerasan (Hari 1-3)

Pada hari pertama, ribuan orang turun ke jalan di Kairo (Tahrir Square), Alexandria, dan Suez. Di Suez, tercatat korban tewas pertama di pihak pengunjuk rasa. Pada hari kedua dan ketiga, polisi merespons dengan kekerasan, menangkap ratusan pengunjuk rasa, dan melakukan upaya untuk membubarkan aksi duduk di Tahrir dengan paksa. 

Mantan kepala IAEA, Mohamed El Baradei, tiba di Mesir pada hari ketiga untuk bergabung dengan protes, memberikan dukungan simbolis yang signifikan.

Titik Balik: Jumat Kemarahan dan Intervensi Militer (Hari 4-5)



28 Januari dikenal sebagai Jumat Kemarahan (Jum'at al-Ghadab). Hari ini menjadi titik balik karena jumlah pengunjuk rasa meningkat drastis, bentrokan mematikan pecah, markas besar Partai Nasional Demokrat (NDP) - partainya Hosni Mubarak- dibakar, dan polisi menarik diri dari jalanan di banyak kota besar, menyebabkan kevakuman keamanan. 

Di tengah kekacauan, tank-tank tentara dikerahkan, namun kehadiran mereka di Tahrir Square sering kali disambut baik oleh para pengunjuk rasa. 

Pada 29 Januari, Mubarak mencoba meredam situasi dengan menunjuk Jenderal Intelijen Omar Suleiman sebagai wakil presiden pertamanya dan merombak kabinet, langkah-langkah yang gagal menenangkan massa.

Fase Penentuan: Eskalasi dan Perlawanan (Hari 8-16)

Meskipun ada upaya konsesi, tuntutan utama para pengunjuk rasa tetap:  "Mundurlah!" 

Mubarak menolak untuk mundur, memperingatkan adanya kekacauan. 



Pada 2 Februari, terjadi peristiwa berdarah yang dikenal sebagai Pertempuran Unta (Mawqi'at al-Jamal), di mana pendukung pro-Mubarak, beberapa di antaranya menunggang kuda dan unta, menyerbu Tahrir Square dan bentrok dengan pengunjuk rasa anti-pemerintah. Peristiwa ini, yang ditayangkan secara internasional, justru meningkatkan simpati terhadap para pengunjuk rasa dan memperkuat tekad mereka. 

Hari-hari berikutnya, termasuk Jumat Pelengseran (4 Februari), menyaksikan semakin besarnya kerumunan massa yang menuntut pengunduran diri segera Mubarak. 

Pada 10 Februari, setelah desas-desus tentang pengunduran dirinya, Mubarak menyampaikan pidato yang mengecewakan di mana ia hanya mendelegasikan sebagian kekuasaannya kepada Suleiman.

Puncak Revolusi: Pengunduran Diri (Hari 18)

Pidato Mubarak pada 10 Februari memicu kemarahan meluas dan seruan untuk pawai besar-besaran. Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata (SCAF) kemudian mengadakan pertemuan tanpa kehadirannya. 



Akhirnya, pada 11 Februari 2011, Wakil Presiden Omar Suleiman secara singkat tampil di televisi untuk mengumumkan bahwa Presiden Hosni Mubarak telah mengundurkan diri dan menyerahkan kekuasaan kepada SCAF. Pengumuman tersebut disambut dengan perayaan massal dan gembira di Tahrir Square dan di seluruh Mesir, menandai berakhirnya 30 tahun kekuasaan Mubarak dan dimulainya periode transisi baru yang kompleks.

Bersambung... 


Jumat, 21 November 2025

Teruntuk Para Pemuda.. (1)


Apakah Kalian Tahu - Wahai Para Pemuda - Mengapa Kalian Diciptakan dan Apa Tugas Penting Kalian?

Kalian diciptakan untuk mewujudkan tujuan tertinggi dari penghambaan (ubudiyyah) kepada Allah dan tunduk sepenuhnya kepada-Nya, baik secara lahir maupun batin.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُون 


 "Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku." (QS. Adz-Dzariyat: 56)


Kalian diciptakan untuk mengikuti manhaj (jalan) Rabbani yang datang dari sisi-Nya dan tidak mengambil kebatilan dari hadapan atau belakangnya.

وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ 


"Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi." (QS. Ali Imran: 85)

Kalian diciptakan untuk mengamalkan kesetiaan (al-wala') dan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya serta kaum mukminin.

إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ رَاكِعُونَ 

"Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka rukuk (tunduk kepada Allah)." (QS. Ali Imran: 109)


Adapun tugas penting terbesar yang dibebankan Allah kepada kalian dan penciptaan kalian adalah untuk menegakkan hukum Allah di bumi dan mengeluarkan hamba-hamba-Nya dari penghambaan kepada sesama hamba menuju penghambaan kepada Allah Yang Maha Esa, serta mengeluarkan mereka dari kesempitan dunia menuju keluasannya, dan dari kezaliman kekufuran menuju keadilan Islam...

Kemudian, Apakah Kalian Tahu - Wahai Para Pemuda - Bagaimana Tugas Penting Ini Dapat Tercapai?

Tugas ini tercapai dengan kalian mewujudkan lima sifat dasar dan bertekad kuat untuk menanamkan serta memperdalamnya:

1. Dengan Iman yang Kokoh 

Iman yang tidak pernah goyah dan tidak pernah melemah.

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ

 

"Sesungguhnya orang-orang mukmin yang sebenarnya hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu, dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka di jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar." (QS. Al-Hujurat: 15)

2. Dengan Keikhlasan yang Tulus

Keikhlasan yang murni, yang tidak mengenal riya' (pamer) dan sum'ah (ingin didengar), dan mereka hanya diperintah untuk menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya (hanif), mendirikan shalat, dan menunaikan zakat. Itulah agama yang lurus.

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ 

"Tidaklah mereka diperintahkan kecuali untuk beribadah kepada Allah dengan penuh keikhlasan menjalankan perintah agama yang hanif, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat. Dan demikianlah agama yang lurus. 

(QS. Al-Bayyinah: 5)

3. Dengan Azam (Tekad Kuat) yang Teguh 

Azam yang tidak mengenal rasa takut dan tidak lemah, yaitu (sifat) orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah dan takut kepada-Nya, serta tidak takut kepada seorang pun selain Allah.

الَّذِينَ يُبَلِّغُونَ رِسَالَاتِ اللَّهِ وَيَخْشَوْنَهُ وَلَا يَخْشَوْنَ أَحَدًا إِلَّا اللَّهَ (QS. Al-Ahzab: 39)


4. Dengan Amal yang Berkesinambungan 

Amal yang berkesinambungan, yang tidak mengenal kelemahan dan kemalasan.

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ


"Dan katakanlah: 'Bekerjalah kalian, maka Allah akan melihat pekerjaan kalian, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin. Dan kalian akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Maha Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kalian apa yang telah kalian kerjakan."(QS. At-Taubah: 105)


5. Dengan Pengorbanan yang Mahal

Pengorbanan yang tidak mengenal apa pun selain kemenangan atau syahadah (mati syahid).

أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُم مَّثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِن قَبْلِكُم مَّسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّىٰ يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَىٰ نَصْرُ اللَّهِ ۗ أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ 


"Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk surga, padahal belum datang kepada kalian (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kalian? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta diguncang (dengan berbagai cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: 'Kapankah datangnya pertolongan Allah?' Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat."(QS. Al-Baqarah: 214)


Pada hakikatnya, kelima sifat ini (iman yang kokoh, keikhlasan yang tulus, azam yang teguh, amal yang berkesinambungan, dan pengorbanan yang berharga) adalah karakter seorang kesatria yang menepati janji mereka kepada Allah.

Merupakan keistimewaan para pemuda yang tidak takut terhadap celaan orang yang mencela.

Karena pondasi Iman adalah hati yang cerdas, pondasi keikhlasan adalah akal yang bersih, pondasi tekad adalah rasa tanggung jawab yang kuat, pondasi dari dari amal adalah obsesi jiwa muda yang menggelora, dan pondasi pengorbanan adalah aqidah yang kokoh.

Dan semua sifat ini hanya terkumpul dengan sangat kuat pada diri para pemuda, dan sifat-sifat ini secara khusus dimiliki oleh para pemuda yang beriman.

Dari sinilah, pemuda yang beriman sejak dahulu dan kini, di setiap tahapan sejarah, adalah kebangkitan umat Islam, sumber kekuatannya, rahasia kekuatannya, kebanggaan dan kehormatannya, pembawa panji-panjinya, dan pemimpin barisannya menuju batas kemenangan dan pertolongan.

Bersambung.. 

Diterjemahkan dari buku "Hatta ya'lami Asy-Syabab", karya Abdullah Masih 'Ulwan