Ranah

Ratok taragak dari rantau

Laba-laba

Together, everywhere, forever..

Be happy

Ceria mengejar impian.. tetap optimis walau jalan masih berdebu

Revolution

Menyaksikan sisa-sisa Revolusi Mesir di Tahrir Square

BBM club

Belajar,Berbagi, Mumtaz | Korean view - International Park

Sejarah kita tak bisa lepas dari orang, bangunan, dan tradisi. Di dalamnya kita temukan nilai-nilai, pola hubungan, budaya, dan juga peradaban. Pada ketiganya kita menyandarkan sebagian besar proses bertumbuh dalam hidup. Sebab hidup, adalah soal bercermin dari masa lalu dan masa sekarang, untuk masa depan. Oleh karena itu, Al Qur'an menyuruh kita berjalan, agar mata lebih terbuka, agar kita mau berpikir, mengambil pelajaran, dan mengerti. Maka, "Lihat Bangunan, Orang, dan Tradisi Negeri lain" #tarbawi 295

Selasa, 18 November 2025

Catatan 3 Era: IM dan Revolusi 25 Januari


Sejak awal pecahnya Revolusi 25 Januari 2011 di Mesir, Ikhwanul Muslimin (IM) secara konsisten menghadapi tuduhan mengenai ketidakikutsertaan awal dalam gerakan tersebut. Tuduhan yang beredar selama bertahun-tahun pasca-revolusi menuding bahwa IM tidak bergabung hingga 28 Januari, atau baru berpartisipasi setelah revolusi mulai menunjukkan tanda-tanda keberhasilan.

Namun, telaah terhadap pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Maktab Irsyad (Kantor Pusat) IM, yang ditandatangani oleh Pemimpin Umum mereka saat itu, Dr. Muhammad Badie, beberapa hari sebelum demonstrasi massal, memberikan konteks yang lebih jelas mengenai posisi resmi organisasi tersebut.

Fase Pra-Revolusi: Tiga Pernyataan Kunci

Pernyataan-pernyataan resmi IM dalam periode singkat setelah keberhasilan Revolusi Tunisia (14 Januari 2011) menunjukkan sikap yang progresif dan menuntut reformasi:

1. Pernyataan (Tuntutan Sepuluh) - 19 Januari 2011

Pernyataan ini dikeluarkan tak lama setelah lengsernya Ben Ali di Tunisia, yang berfungsi sebagai inspirasi dan pendorong bagi rakyat Mesir. IM mengucapkan selamat kepada revolusioner Tunisia dan menekankan pentingnya efektivitas rakyat dalam menghadapi rezim otoriter.

IM mencela keras kegagalan rezim Mesir dalam menanggapi tuntutan reformasi politik yang terus-menerus. Pernyataan ini mengajukan sepuluh tuntutan spesifik, yang utama meliputi:

 * Pencabutan status darurat.

 * Pembubaran Dewan Rakyat (Parlemen).

 * Amandemen konstitusi terkait pencalonan presiden.

 * Kebebasan membentuk partai dan surat kabar.

IM secara tegas memperingatkan pemerintah tentang kemungkinan timbulnya kemarahan rakyat yang tidak terduga jika tuntutan ini diabaikan.

2. Pernyataan Kedua - 23 Januari 2011

Dikeluarkan hanya dua hari menjelang 25 Januari, pernyataan ini berfokus pada eskalasi ancaman keamanan oleh rezim. IM mengutuk aparat keamanan yang memanggil dan mengancam para pemimpin IM di provinsi-provinsi dengan tindakan keras, termasuk penangkapan, jika mereka berpartisipasi dalam demonstrasi yang diserukan oleh kekuatan politik lain.

Pemimpin Umum IM, Dr. Muhammad Badie, menegaskan posisi organisasi: "Kami tidak akan pernah berada kecuali di tengah-tengah rakyat, berbagi keprihatinan dan harapan mereka..." Ini mengindikasikan bahwa meski ada ancaman, keputusan akhir IM adalah berpihak pada tuntutan rakyat.

Fase Setelah Pecahnya Revolusi: Penegasan Dukungan

Pernyataan Ketiga - 26 Januari 2011

Sehari setelah dimulainya aksi protes 25 Januari, IM mengeluarkan pernyataan yang mengonfirmasi bahwa Mesir sedang menyaksikan peristiwa besar dan penting. Pernyataan tersebut mengakui gerakan rakyat yang damai, serius, dan efektif di Kairo dan kota-kota lain, dengan pemuda sebagai garda terdepan.

IM mengeluarkan tiga tuntutan kunci:

 * Gerakan pemuda 25 Januari harus terus memerangi korupsi, penindasan, dan ketidakadilan.

 * Pemerintah diminta untuk tidak mengabaikan tuntutan tersebut dan segera melaksanakan reformasi politik.

 * Penegasan bahwa Ikhwanul Muslimin adalah bagian integral dari masyarakat Mesir, yang berbagi suka dan duka dengannya.

Sikap Rezim dan Media

Tanggapan dari pihak keamanan dan media yang loyal kepada rezim menunjukkan pengakuan mereka atas potensi mobilisasi IM:

 * Ancaman Keamanan: Pejabat keamanan negara secara langsung mengancam para pemimpin IM dengan penangkapan dan konfrontasi sengit. Dr. Essam El-Erian mencatat kecepatan respons ancaman ini.

 * Media Rezim: Surat kabar pro-pemerintah, seperti Al-Gomhuria, merespons pernyataan IM dengan serangan tajam, menuduh IM "menunggangi Revolusi Tunisia" dan berusaha "mencuri pemberontakan rakyat" untuk tujuan ideologis mereka, serta menuduh mereka menuntut pengakhiran negara sipil.

 * Media Oposisi: Surat kabar Al-Masry Al-Youm dan Al-Shorouk mengonfirmasi partisipasi IM dalam demonstrasi "Hari Kemarahan" 25 Januari, mencatat instruksi dari pimpinan IM agar anggotanya fokus pada Sepuluh Tuntutan dan menghindari bentrokan dengan aparat keamanan.

Dr. Muhammad El-Beltagy dan Dr. Essam El-Erian juga mengonfirmasi partisipasi IM melalui siaran pers dan wawancara dengan Al Jazeera, menegaskan bahwa keputusan telah diambil untuk tidak melarang anggota Ikhwan di seluruh provinsi untuk berpartisipasi.

Secara historis, dokumen-dokumen ini menunjukkan bahwa Ikhwanul Muslimin, meskipun menghadapi ancaman penindasan yang nyata, telah menetapkan tuntutan reformasi politik yang luas dan secara terbuka mendukung dan menyerukan partisipasi anggotanya dalam demonstrasi sejak tanggal 25 Januari, bahkan sebelum demonstrasi tersebut mencapai puncaknya pada 28 Januari.


Minggu, 17 Januari 2021

InspirasiQu - 2; Alhamdulillahi ‘ala Kulli Haal

 

Seri Inspirasi Al Qur'an
Tadabbur Surat Al Fatihah ayat: 2

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Lafaz  الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ  merupakan manifestasi dari kesyukuran yang telah diajarkan oleh Allah SWT untuk hamba-Nya. Karena kita sudah diberikan kehidupan yang berlimpah nikmat dan kasih sayang Allah SWT dalam segala hal. 

Lafaz  الْحَمْدُ لِلَّهِ  menurut Imam Jalaluddin Al Mahalli , pengarang kitab Tafsir Jalalain, merupakan kalimat khabar yang maksudnya adalah segala bentuk pujian hanya ditujukan untuk Allah, bahwa Dia lah pemilik segala bentuk pujian dan sanjungan dari makhluknya, atau zat yang berhak untuk dipujibermakna pujian atas segala kesempurnaan sifat Allah dan atas segala kekuasaannya memberikan kebaikan dan keadilan atas makhluk-Nya, sehingga Dia lah yang layak mendapatkan segala bentuk pujian dan sanjungan tersebut. 

Selanjutnya kalimat رَبِّ الْعَالَمِينَ, yang terdiri dari kata رَبِّ dan الْعَالَمِينَ … berarti Dia lah pemilik seluruh ciptaan-Nya, seperti manusia, jin, malaikat, binatang, dan seluruh makhluk lainnya.  

As-Sa’adi menyebutkan dalam tafsirnya, lafaz رَبِّ َ  bermakna murabbi bagi seluruh alam. Dia yang menciptakan semua makhluk, menyediakan perangkat-perangkat kehidupan, dan memberikan mereka nikmat-nikmat yang agung, yang jika nikmat atau perangkat itu hilang maka makhluk tersebut tidak akan bisa bertahan hidup. 

Ada 2 bentuk tarbiyah Allah atas makhluknya; 

  • Tarbiyah secara umum, yaitu Menciptakan seluruh makhluk, memberi rezeki, dan memberikan petunjuk dan ilham bagi mereka untuk bisa memperoleh maslahat bagi kehidupannya. 
  • Tarbiyah secara khusus, berupa bimbingan untuk hamba-hamba pilihan-Nya, seperti; membimbingnya kepada keimanan, memberikan taufiq (kemudahan) bagi makhluknya untuk bisa mencapai keimanan tersebut, menyempurnakan keimanan, mencegah dari hal-hal yang bisa menggelincirkan atau menjauhkan mereka dari Allah.

Jadi secara umum, kita fahami bahwa ucapan الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ merupakan perasaan yang melimpah yang masuk ke dalam hati seorang mukmin, semata-mata karena ingat kepada Allah dengan segala nikmat dan karunianya. 

Adapun manusia tidak berhak atas segala pujian dan sanjungan, karena semuanya adalah milik Allah SWT. Sementara pujian-pujian yang didapatkan dari makhluk terkadang hanya disebabkan Allah masih menutupi aib-aib yang ada. 

Demikian juga tidak perlu risau karena pujian manusia, atau tidak mendapatkan apresiasi dari manusia. Cukuplah Allah yang akan memberikan nilai dari setiap amalan kita. Jika kita memahami hal ini, selamatlak kita dari sifat riya, sum’ah dan takabbur. 

Ada beberapa keutamaan kalimat pujian kepada Allah;

  • Ucapan الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ  setiap memulai dan mengkahiri suatu pekerjaan merupakan salah satu kaidah tashawur Islami. 

    وَهُوَ اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ لَهُ الْحَمْدُ فِي الْأُولَىٰ وَالْآخِرَةِ ۖ وَلَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

    Dan Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, bagi-Nya-lah segala puji di dunia dan di akhirat, dan bagi-Nya-lah segala penentuan dan hanya kepada-Nya-lah kamu dikembalikan (Qs. Al Qashash 70)
  • Memuji Allah menjadi motivasi agar kita senantiasa mengingat Allah. Karena kita senantiasa memahami keagungan dan keluasang kasih sayang Allah bagi semua makhluk-Nya.
  • Selain itu memuji Allah akan mendatangkan pahala kebajikan bagi yang membacanya. 

Diriwayatkan di dalam sunan Ibnu Majah dari Ibnu Umar r.a bahwa Rasulullah saw. bercerita kepada mereka

أن رسول الله - صلى الله عليه وسلم - حدثهم أن عبدا من عباد الله قال: "يا رب لك الحمد كما ينبغي لجلال وجهك وعظيم سلطانك" فعضلت الملكين فلم يدريا كيف يكتبانها. فصعدا إلى الله فقالا: يا ربنا، إن عبدا قد قال مقالة لا ندري كيف نكتبها. قال الله - وهو أعلم بما قال عبده - : "وما الذي قال عبدي؟" قالا: يا رب، أنه قال: لك الحمد يا رب كما ينبغي لجلال وجهك وعظيم سلطانك. فقال الله لهما: " اكتباها كما قال عبدي حتى يلقاني فأجزيه بها" ..


“Bahwasanya salah seorang hamba di antara hamba-hamba Allah mengucapkan, "يا رب لك الحمد كما ينبغي لجلال وجهك وعظيم سلطانك".  (ya Tuhanku, kepunyaan-Mulah segala puji sebagaimana yang layak bagi keluhuran-Mu dan keagungan kekuasaan-Mu). 'Maka, ucapan ini menjadikan kedua malaikat bingung sehingga mereka tidak tahu bagaimana yang harus mereka tulis. Maka, naiklah keduanya kepada Allah, lalu berkata, 'Ya Tuhan kami, sesungguhnya seorang hamba telah mengucapkan suatu perkataan yang kami tidak tahu bagaimana kami harus mulanya. ”Allah bertanya padahal Dia Maha Mengetahui apa yang diucapkan oleh hamba Nya, 'Apa yang diucapkan oleh hamba-Ku' Mereka menjawab, 'Ya Tuhan kami, sesungguhnya dia mengucapkan, " لك الحمد كما ينبغي لجلال وجهك وعظيم سلطانك".. 'Kemudian Allah berfirman kepada mereka, ‘tulislah sebagaimana yang diucapkan hamba-Ku itu hingga dia bertemu Aku, maka Aku yang akan membalasnya. '” 

Wallahu a’lam


Referensi:

  • Al Qur’anul Karim dan terjemahannya
  • Tafsir Jalalain (Jalaluddin Al Mahally dan Jalaluddin As-Suyuthi
  • Tafsir Fii Zhilalil Qur’an (Sayid Quthb)
  • Tafsir As-Sa’adi ( Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di) 


InspirasiQu-1; Awali dengan Basmalah

Seri Inspirasi Al Qur'an
Tadabbur Surat Al Fatihah ayat: 1 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

Surat Al Fatihah, atau Ummul Kitab, atau yang disebut juga dengan Sab’ul Matsani (7 ayat yang selalu diulang-ulang) diawali dengan lafaz Bismillahirrahmanirrahim. Meskipun terdapat perbedaan pandangan para ulama tentang lafaz bismillah ini, apakah termasuk salah satu ayat dari surat Al Fatihah, atau hanyalah sebagai membuka atau pembatas antar surah dengan surah lainnya.  Namun pendapat yang lebih kuat menyebutkan bahwa Bismillah merupakan salah satu ayat dari surah Al Fatihah.

Arti lafaz بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ  secara makna bahasa adalah dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Lafaz  بِسْمِ اللَّهِ  menurut As Sa’adi, maknanya adalah memulai dengan setiap nama Allah, karena Allah memiliki banyak nama-nama yang baik (amaa ul husna). Sementara الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ  merupakan dua nama Allah yang agung, yang menunjukkan ke-Maha Luas-an pengasih dan penyayang-Nya atas semua makhluk.

Sayid Quthub dalam kitab tafsir Fii Zhilaalil Qur’an menyebutkan, bahwa memulai sesuatu dengan menyebut nama Allah merupaka adab yang diajarkan Allah kepada nabi-Nya, sesuai dengan wahyu pertama turun,

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ

“Bacalah. Dengan menyebut nama Tuhan-mu..”

Hal ini menjadi sebuah pemahaman yang fundamental bagi kita sebagai seorang beriman, bahwa menjadikan Allah sebagai sandaran suatu amalan adalah perkara wajib. Kita meyakini bahwasanya “Allah-lah yang Pertama dan Terakhir, yang Maha Nyata dan Maha Tersembunyi”. Maka ketika kita menjadikan nama  Allah sebagai andalan kita dalam memulai hal apapun, dan Allah sebagai tujuannya, maka rahmat, perlindungan, pertolongan dan kasih saying-Nya akan menyertai langkah kita. Dia akan menuntun kita kepada sesuatu yang baik, yang akan membawa kita kepada keselamatan dan kebahagiaan.

Sebaliknya meninggalkan Allah, tidak mengawali suatu perkara penting dengan nama Allah, akan membuat amalan tersebut terputus berkahnya. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan  Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


كُلُّ أَمْرٍ ذِيْ بَالٍ لاَ يُبْدَأُ فِيْهِ بِـ : بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ فَهُوَ أَبْتَرُ

“Setiap perkara penting yang tidak dimulai dengan ‘bismillahirrahmanir rahiim’, amalan tersebut terputus berkahnya.” (HR. Al-Khatib dalam Al-Jami’, dari jalur Ar-Rahawai dalam Al-Arba’in, As-Subki dalam tabaqathnya)

Maka memulai sesuatu dengan bismillah, bararti kita telah menyambungkan suatu amalan dengan tujuan hakikinya, mengantarkan kita kepada rahmat dan kasih sayang dari Allah SWT. Karena Allah Maha Rahman dan Maha Rahiim. Maha Pengasih dan Maha Penyanyang. Hanya Dia lah yang menghimpun dua sifat mulia tersebut.

Tatkala seseorang memulai pekerjaan baik nya dengan nama Allah, berarti ia sudah melakukan salah satu bentuk bentuk tawakkal terpenting. Artinya, ia menyadari bahwa tidak ada satupun makhluk yang bisa diandalkan, bahkan dirinya sendiri sekalipun, kecuali Allah lah zat yang bisa menjamin amalan tersebut sampai.

Maka mari kita jemput keberkahan hidup ini dengan senantiasa menghadirkan Allah dalam segala hal. Mari andalkan Allah saja. Karena rahmat dan kasih sayang-Nya maha luas. Wallahu a’lam.



Referensi:

  • Al Qur’anul Karim dan terjemahannya
  • Tafsir Jalalain (Jalaluddin Al Mahally dan Jalaluddin As-Suyuthi
  • Tafsir Fii Zhilalil Qur’an (Sayid Quthb)
  • Tafsir As-Sa’adi ( Abdurrahman bin Nashir As-Sa’adi)

Senin, 07 Oktober 2019

Perguruan Islam Ar Risalah, Pesantren Terbaik Sumatera Barat

Perguruan Islam Ar Risalah Padang adalah salah satu pesantren terbaik di Sumatera Barat. Menerapkan sistem boarding school (sekolah berasrama), dengan program unggulan Tahfizh Al Qur'an, Sains, ilmu syar'i dan penananam karakter Islami bagi para siswanya. Para siswa Perguruan Islam Ar Risalah Padang telah berhasil menorehkan banyak prestasi, baik di tingkat lokal maupun nasional. Seperti MTQ, OSN, KSM, dan berbagai bidang lainnya. Pesantren Perguruan Islam Ar Risalah memiliki jenjang pendidikan dari TK?RA, SD Qur'an, SMP, MA, dan Ma'had Aly. Untuk tahun akademik 2019-2020 Arisalah juga telah membuka Sekolah Tinggi Ekonomi Islam, dengan program studi Ekonomi Islam. Peminat pesantren ini, khususnya tingat SMP dan MA tidak hanya di tingkat lokal dan regional, tapi sudah nasional, bahkan internasional. Para siswanya tidak hanya dari Kota Padang dan Provinsi Sumatera Barat, tapi juga dari berbagai provinsi yang ada di pulau Sumatera, dan Jawa. Selain itu beberapa pelajar asal Thailand, Malaysia, dan Kamboja juga memilih belajar di Perguruan Islam Ar Risalah. Sekolah yang didirikan sejak tahun 2004 ini sudah meluluskan para alumni, yang tersebar di berbagai perguruan tinggi terbaik di dunia. Diantaranya, Universitas Al Azhar Mesir, Universitas Islam Internasional Madinah, Universitas Internasional Afrika - Sudan, Universitas Fathoni Thailand, Universitas Islam Internasional Malaysia (IIUM), Universitas Martin Luher-Jerman, dan berbagai perguruan terbaik lainnya di Indonesia. Keseharian para siswa Perguruan Islam Ar Risalah, disamping kegiatan belajar reguler, juga disibukkan dengan aktifitas menghafal Al Qur'an dan pembinaan bahasa asing (Bahasa Inggris dan Bahasa Arab). Selain itu para siswa juga bisa mengikuti berbagai kegiatan ekstra kurikuler seperti berorganisasi (Badan Eksekutif Siswa), ekskul cabang olahr raga, seni beladiri, nasyid, tata boga, menanah, dan berbagai kegiatan tambahan. Perguruan Islam Ar Risalah Padang, terus melakukan berbagai inovasi dalam pendidikannya, baik dalam bentuk fisik, maupun kualitas SDM. Baik SD, SMP maupun MA Perguruan Islam Ar Risalah saat ini sudah terakritasi A, sehingga layak menjadi sekolah referensi dan pilihan. Selain fasilitas sekolah dan para pendidik serta pembina yang mumpuni, pesantren Perguruan Islam Ar Risalah juga dilengkapi berbagai sarana penunjang seperti fasilitas ibadah, minimarket, Islamic Mini Bank (LKMR Risaltuna), Laundry, kantin, klinik dan berbagai fasilitas lainnya. Didukung oleh suasana lingkungan yang kondusif dan asri, pesantren Perguruan Islam Ar Risalah Padang sangat 'recomended' untuk belajar dan menghafal Al Qur'an. Jadi kalau mau cari pesantren terbaik, Perguruan Islam Ar Risalah adalah pilihan yang tepat. #arrisalahKeren