Ranah

Ratok taragak dari rantau

Laba-laba

Together, everywhere, forever..

Be happy

Ceria mengejar impian.. tetap optimis walau jalan masih berdebu

Revolution

Menyaksikan sisa-sisa Revolusi Mesir di Tahrir Square

BBM club

Belajar,Berbagi, Mumtaz | Korean view - International Park

Sejarah kita tak bisa lepas dari orang, bangunan, dan tradisi. Di dalamnya kita temukan nilai-nilai, pola hubungan, budaya, dan juga peradaban. Pada ketiganya kita menyandarkan sebagian besar proses bertumbuh dalam hidup. Sebab hidup, adalah soal bercermin dari masa lalu dan masa sekarang, untuk masa depan. Oleh karena itu, Al Qur'an menyuruh kita berjalan, agar mata lebih terbuka, agar kita mau berpikir, mengambil pelajaran, dan mengerti. Maka, "Lihat Bangunan, Orang, dan Tradisi Negeri lain" #tarbawi 295

Selasa, 30 Desember 2025

Saat Akhir Sang Pejuang Bertopeng

 


Pada Sabtu malam, 30 Agustus, dalam salah satu momen pengkhianatan yang paling keji, seorang agen melaporkan keberadaan sang "Pejuang Bertopeng" kepada perangkat Shin Bet saat ia sedang mengunjungi keluarganya setelah sekian lama menghilang.

Shin Bet tidak menyia-nyiakan informasi tersebut. Mereka menganggapnya sebagai peluang langka yang telah lama dinanti setelah kegagalan 14 upaya pembunuhan sebelumnya. Segera setelah itu, pertemuan darurat diadakan yang melibatkan para komandan militer, dan keputusan pun diambil untuk menggunakan pesawat-pesawat yang dipersiapkan khusus guna membunuh para pemimpin perlawanan. Meski mereka tahu persis ia berada di satu apartemen tertentu, mereka membom seluruh gedung demi memastikan kematiannya, sekaligus sebagai bentuk balas dendam terhadap seluruh keluarganya.

Dalam serangan tersebut, digunakan rudal-rudal yang membawa bom termobarik (bom panas) yang dilarang secara internasional. Bom ini melepaskan awan bahan bakar peledak yang menyebar di udara, kemudian meledak seketika, menghasilkan panas yang dahsyat dan tekanan mematikan yang menghanguskan tubuh hingga menguap, serta menyedot oksigen dari lokasi tersebut—tak ada manusia maupun benda yang selamat.

Gugurlah pahlawan kita sebagai syahid, bersama istrinya dan anak-anaknya: Layan, Minnatullah, dan Yaman. Jasad sucinya menguap sepenuhnya, seolah-olah mereka ingin menghapus jejaknya. Turut gugur bersamanya 40 anggota keluarga Al-Kahlout dan 30 warga sipil yang tidak bersalah. Ia syahid dalam keadaan maju menerjang, bukan melarikan diri.

Sebelum kesyahidannya, telah datang janji dan kabar gembira... Sebuah mimpi yang ia ceritakan kepada iparnya, Dr. Munzir Al-Amoudi, di mana ia melihat Rasulullah ﷺ bersabda kepadanya: "Engkau adalah syahid hari ini."

Maka, pagi harinya ia lalui dengan mandi, berhias, dan memakai wewangian... seolah-olah ia sedang diarak menuju pengantinnya. Ia syahid setelah menunaikan amanah, membela agama dan tanah airnya dengan darahnya. Seluruh umat menangisinya, masjid-masjid dan mihrab-mihrab meratapinya, begitu pula medan pertempuran.

Kami tidak menganggap para syuhada itu mati... melainkan mereka pergi untuk menjadi saksi atas kita semua. Semoga Allah menerima syahid kita, dan mengampuni kita atas kelalaian kita terhadapnya.

Syaikh Ahmad Zaidan


Para Pemimpin Perlawanan Qassam yang Syahid Baru-baru ini

... 


Berikut adalah deskripsi naratif mengenai tokoh-tokoh kunci Brigade Al-Qassam (sayap militer Hamas) yang gugur sebagai Syahid, berdasarkan laporan resmi terbaru 29 Desember 2025

 * Mohammed Al-Sinwar

   Ia merupakan adik kandung dari Yahya Sinwar dan dikenal sebagai salah satu "arsitek" serangan 7 Oktober. Lahir di Khan Younis pada tahun 1975, ia memegang peran krusial sebagai perancang "Kesepakatan Shalit". Pasca kematian kakaknya, Mohammed muncul sebagai pemimpin de facto militer Hamas di Gaza dan menjadi dalang di balik taktik terowongan jebakan yang rumit. Israel secara resmi mengumumkan penargetannya pada 13 Mei 2025.

 * Marwan Issa

   Menjabat sebagai Wakil Kepala Staf, sosok kelahiran 1965 ini dijuluki sebagai "Komando Palestina". Sebagai tangan kanan Mohammed Deif, ia masuk dalam daftar hitam terorisme Amerika Serikat dan Eropa. Ia merupakan salah satu perencana inti dari operasi Taufan Al-Aqsa. Perjuangannya berakhir setelah Al-Qassam mengumumkan syahidnya pada Januari 2025.

 * Abu Obeida

   Sosok ikonik yang menjabat sebagai Juru Bicara Resmi Brigade Al-Qassam sekaligus Kepala Departemen Media Militer. Dikenal dengan julukan "Si Topeng" atau "Suara Perlawanan", ia mulai muncul di publik sejak 2004 dan menjadi tokoh paling misterius dalam sejarah perjuangan Palestina. Meski Israel mengklaim pembunuhan atas dirinya pada Agustus, pihak Al-Qassam baru memberikan pengumuman resmi berkabung pada 29 Desember 2025.

 * Mohammed Shabana

   Sebagai Komandan Brigade Rafah, ia memiliki peran sentral dalam mengembangkan jaringan terowongan pertahanan di wilayah selatan Gaza. Ia dikenal luas karena perannya dalam operasi penculikan perwira Israel, Hadar Goldin, yang ditahan selama lebih dari satu dekade. Setelah selamat dari banyak upaya pembunuhan sebelumnya, Israel kembali mengumumkan penargetannya pada Mei 2025.

 * Raed Saad

   Merupakan orang nomor dua di jajaran pimpinan Al-Qassam dan mengepalai departemen produksi militer. Ia adalah tokoh veteran yang telah menjadi target pengejaran selama lebih dari 35 tahun. Dianggap sebagai arsitek rencana strategis "Tembok Jericho" dan pembentukan unit elit Nukhba, ia dinyatakan tewas dalam serangan udara di Gaza pada Desember 2025.

 * Abu Omar Al-Souri

   Seorang pakar militer kelahiran Kuwait keturunan Palestina yang bergabung ke Gaza pada 2005. Ia menjabat sebagai Kepala Pusat Dukungan dan Pelatihan, di mana ia membangun sistem pendidikan militer Al-Qassam dan mentransfer berbagai keahlian tempur. Israel menganggapnya sebagai salah satu pilar terakhir dari kepemimpinan senior Hamas sebelum ia gugur pada Juni 2025.

 * Mohammed Deif

   Panglima Tertinggi Brigade Al-Qassam yang legendaris, ia dijuluki sebagai "Pria dengan Sembilan Nyawa" karena berkali-kali selamat dari upaya pembunuhan. Sebagai otak utama di balik pengembangan kekuatan militer Hamas dan perencanaan besar Taufan Al-Aqsa, sosok yang sangat tertutup ini akhirnya dinyatakan gugur oleh Al-Qassam pada Januari 2025.

 * Rafe' Salameh

   Menjabat sebagai Komandan Brigade Khan Younis, ia adalah salah satu pimpinan lapangan paling menonjol di wilayah selatan Gaza. Ia terlibat dalam operasi-operasi strategis seperti penangkapan Gilad Shalit dan perencanaan taktis Taufan Al-Aqsa. Perjalanannya berakhir ketika ia gugur dalam serangan udara di kamp Al-Bureij pada Oktober 2023.

Apakah Anda memerlukan informasi tambahan mengenai salah satu tokoh ini atau ingin saya menyusunnya dalam format lain?


Sabtu, 22 November 2025

Catatan 3 Era: Skenario 18 Hari


Empat belas tahun lalu, revolusi Musim Semi Arab meletus, dimulai dari Tunisia dan dengan cepat menyebar ke Mesir, menuntut keadilan sosial, martabat, dan penggulingan rezim. 

Di Mesir, dalam 18 hari, peristiwa-peristiwa meningkat secara dramatis dan menginspirasi, yang berpuncak pada pengumuman pengunduran diri Mubarak dari kekuasaan, dan militer mengambil alih administrasi negara, yang memasuki fase baru di negeri piramida itu. 

Kronologi 18 Hari Revolusi Mesir (25 Januari - 11 Februari 2011)

Revolusi Mesir tahun 2011, juga dikenal sebagai Revolusi 25 Januari, adalah periode gejolak politik yang intens selama 18 hari yang berpuncak pada pengunduran diri Presiden Hosni Mubarak.

Revolusi ini dipicu oleh seruan di media sosial dan dimulai pada 25 Januari, bertepatan dengan Hari Polisi Mesir, sebagai protes terhadap kekejaman polisi, korupsi, kemiskinan, dan upaya Presiden Hosni Mubarak untuk mewariskan kekuasaan kepada putranya, Jamal Mubarak. Sementara ia sendiri sudah berkuasa selama 30 tahun. 

Revolusi yang merupakan bagian dari "Arab Spring" ini juga dipengaruhi oleh Revolusi Tunisia. Aksi ini segera meluas, menuntut keadilan sosial, martabat, dan diakhirinya rezim otoriter.

Fase Awal: Protes dan Kekerasan (Hari 1-3)

Pada hari pertama, ribuan orang turun ke jalan di Kairo (Tahrir Square), Alexandria, dan Suez. Di Suez, tercatat korban tewas pertama di pihak pengunjuk rasa. Pada hari kedua dan ketiga, polisi merespons dengan kekerasan, menangkap ratusan pengunjuk rasa, dan melakukan upaya untuk membubarkan aksi duduk di Tahrir dengan paksa. 

Mantan kepala IAEA, Mohamed El Baradei, tiba di Mesir pada hari ketiga untuk bergabung dengan protes, memberikan dukungan simbolis yang signifikan.

Titik Balik: Jumat Kemarahan dan Intervensi Militer (Hari 4-5)



28 Januari dikenal sebagai Jumat Kemarahan (Jum'at al-Ghadab). Hari ini menjadi titik balik karena jumlah pengunjuk rasa meningkat drastis, bentrokan mematikan pecah, markas besar Partai Nasional Demokrat (NDP) - partainya Hosni Mubarak- dibakar, dan polisi menarik diri dari jalanan di banyak kota besar, menyebabkan kevakuman keamanan. 

Di tengah kekacauan, tank-tank tentara dikerahkan, namun kehadiran mereka di Tahrir Square sering kali disambut baik oleh para pengunjuk rasa. 

Pada 29 Januari, Mubarak mencoba meredam situasi dengan menunjuk Jenderal Intelijen Omar Suleiman sebagai wakil presiden pertamanya dan merombak kabinet, langkah-langkah yang gagal menenangkan massa.

Fase Penentuan: Eskalasi dan Perlawanan (Hari 8-16)

Meskipun ada upaya konsesi, tuntutan utama para pengunjuk rasa tetap:  "Mundurlah!" 

Mubarak menolak untuk mundur, memperingatkan adanya kekacauan. 



Pada 2 Februari, terjadi peristiwa berdarah yang dikenal sebagai Pertempuran Unta (Mawqi'at al-Jamal), di mana pendukung pro-Mubarak, beberapa di antaranya menunggang kuda dan unta, menyerbu Tahrir Square dan bentrok dengan pengunjuk rasa anti-pemerintah. Peristiwa ini, yang ditayangkan secara internasional, justru meningkatkan simpati terhadap para pengunjuk rasa dan memperkuat tekad mereka. 

Hari-hari berikutnya, termasuk Jumat Pelengseran (4 Februari), menyaksikan semakin besarnya kerumunan massa yang menuntut pengunduran diri segera Mubarak. 

Pada 10 Februari, setelah desas-desus tentang pengunduran dirinya, Mubarak menyampaikan pidato yang mengecewakan di mana ia hanya mendelegasikan sebagian kekuasaannya kepada Suleiman.

Puncak Revolusi: Pengunduran Diri (Hari 18)

Pidato Mubarak pada 10 Februari memicu kemarahan meluas dan seruan untuk pawai besar-besaran. Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata (SCAF) kemudian mengadakan pertemuan tanpa kehadirannya. 



Akhirnya, pada 11 Februari 2011, Wakil Presiden Omar Suleiman secara singkat tampil di televisi untuk mengumumkan bahwa Presiden Hosni Mubarak telah mengundurkan diri dan menyerahkan kekuasaan kepada SCAF. Pengumuman tersebut disambut dengan perayaan massal dan gembira di Tahrir Square dan di seluruh Mesir, menandai berakhirnya 30 tahun kekuasaan Mubarak dan dimulainya periode transisi baru yang kompleks.

Bersambung... 


Jumat, 21 November 2025

Teruntuk Para Pemuda.. (1)


Apakah Kalian Tahu - Wahai Para Pemuda - Mengapa Kalian Diciptakan dan Apa Tugas Penting Kalian?

Kalian diciptakan untuk mewujudkan tujuan tertinggi dari penghambaan (ubudiyyah) kepada Allah dan tunduk sepenuhnya kepada-Nya, baik secara lahir maupun batin.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُون 


 "Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku." (QS. Adz-Dzariyat: 56)


Kalian diciptakan untuk mengikuti manhaj (jalan) Rabbani yang datang dari sisi-Nya dan tidak mengambil kebatilan dari hadapan atau belakangnya.

وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ 


"Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi." (QS. Ali Imran: 85)

Kalian diciptakan untuk mengamalkan kesetiaan (al-wala') dan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya serta kaum mukminin.

إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ رَاكِعُونَ 

"Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka rukuk (tunduk kepada Allah)." (QS. Ali Imran: 109)


Adapun tugas penting terbesar yang dibebankan Allah kepada kalian dan penciptaan kalian adalah untuk menegakkan hukum Allah di bumi dan mengeluarkan hamba-hamba-Nya dari penghambaan kepada sesama hamba menuju penghambaan kepada Allah Yang Maha Esa, serta mengeluarkan mereka dari kesempitan dunia menuju keluasannya, dan dari kezaliman kekufuran menuju keadilan Islam...

Kemudian, Apakah Kalian Tahu - Wahai Para Pemuda - Bagaimana Tugas Penting Ini Dapat Tercapai?

Tugas ini tercapai dengan kalian mewujudkan lima sifat dasar dan bertekad kuat untuk menanamkan serta memperdalamnya:

1. Dengan Iman yang Kokoh 

Iman yang tidak pernah goyah dan tidak pernah melemah.

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ

 

"Sesungguhnya orang-orang mukmin yang sebenarnya hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu, dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka di jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar." (QS. Al-Hujurat: 15)

2. Dengan Keikhlasan yang Tulus

Keikhlasan yang murni, yang tidak mengenal riya' (pamer) dan sum'ah (ingin didengar), dan mereka hanya diperintah untuk menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya (hanif), mendirikan shalat, dan menunaikan zakat. Itulah agama yang lurus.

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ 

"Tidaklah mereka diperintahkan kecuali untuk beribadah kepada Allah dengan penuh keikhlasan menjalankan perintah agama yang hanif, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat. Dan demikianlah agama yang lurus. 

(QS. Al-Bayyinah: 5)

3. Dengan Azam (Tekad Kuat) yang Teguh 

Azam yang tidak mengenal rasa takut dan tidak lemah, yaitu (sifat) orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah dan takut kepada-Nya, serta tidak takut kepada seorang pun selain Allah.

الَّذِينَ يُبَلِّغُونَ رِسَالَاتِ اللَّهِ وَيَخْشَوْنَهُ وَلَا يَخْشَوْنَ أَحَدًا إِلَّا اللَّهَ (QS. Al-Ahzab: 39)


4. Dengan Amal yang Berkesinambungan 

Amal yang berkesinambungan, yang tidak mengenal kelemahan dan kemalasan.

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ


"Dan katakanlah: 'Bekerjalah kalian, maka Allah akan melihat pekerjaan kalian, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin. Dan kalian akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Maha Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kalian apa yang telah kalian kerjakan."(QS. At-Taubah: 105)


5. Dengan Pengorbanan yang Mahal

Pengorbanan yang tidak mengenal apa pun selain kemenangan atau syahadah (mati syahid).

أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُم مَّثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِن قَبْلِكُم مَّسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّىٰ يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَىٰ نَصْرُ اللَّهِ ۗ أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ 


"Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk surga, padahal belum datang kepada kalian (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kalian? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta diguncang (dengan berbagai cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: 'Kapankah datangnya pertolongan Allah?' Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat."(QS. Al-Baqarah: 214)


Pada hakikatnya, kelima sifat ini (iman yang kokoh, keikhlasan yang tulus, azam yang teguh, amal yang berkesinambungan, dan pengorbanan yang berharga) adalah karakter seorang kesatria yang menepati janji mereka kepada Allah.

Merupakan keistimewaan para pemuda yang tidak takut terhadap celaan orang yang mencela.

Karena pondasi Iman adalah hati yang cerdas, pondasi keikhlasan adalah akal yang bersih, pondasi tekad adalah rasa tanggung jawab yang kuat, pondasi dari dari amal adalah obsesi jiwa muda yang menggelora, dan pondasi pengorbanan adalah aqidah yang kokoh.

Dan semua sifat ini hanya terkumpul dengan sangat kuat pada diri para pemuda, dan sifat-sifat ini secara khusus dimiliki oleh para pemuda yang beriman.

Dari sinilah, pemuda yang beriman sejak dahulu dan kini, di setiap tahapan sejarah, adalah kebangkitan umat Islam, sumber kekuatannya, rahasia kekuatannya, kebanggaan dan kehormatannya, pembawa panji-panjinya, dan pemimpin barisannya menuju batas kemenangan dan pertolongan.

Bersambung.. 

Diterjemahkan dari buku "Hatta ya'lami Asy-Syabab", karya Abdullah Masih 'Ulwan


Selasa, 18 November 2025

Catatan 3 Era: Siapa Tokoh Kunci di Revolusi Mesir 25 Januari ?



Dalam gejolak Revolusi Januari 2011 di Mesir, sikap dan tindakan para pemimpin politik menunjukkan kontras yang tajam mengenai komitmen mereka terhadap aksi massa. 



Dr. Mohamed El-Beltagy dari Ikhwanul Muslimin (IM) merupakan salah satu tokoh yang memberikan bukti fisik adanya partisipasi IM sejak awal. Ia terlihat berdemonstrasi di depan Gedung Mahkamah Agung dan Lapangan Tahrir pada Hari Pertama, 25 Januari. Kehadiran ini menantang narasi yang menuduh IM datang terlambat dan hanya ingin menunggangi revolusi. 

Setelah Mubarak lengser, El-Beltagy menjadi pemimpin kunci dalam sayap politik IM, Partai Kebebasan dan Keadilan (FJP), sebelum akhirnya ditangkap dan dihukum berat pasca-kudeta 2013 karena perannya sebagai penentang rezim baru. 



Di sisi lain, Dr. Mohamed ElBaradei, ikon oposisi liberal dan pemenang Nobel Perdamaian, menghadapi kritik karena ketidakhadirannya di negara itu pada 25 Januari. Meskipun ia beralasan ingin memberi ruang bagi pemuda revolusioner, ketidakhadiran ini dipakai sebagai senjata oleh lawan-lawannya untuk mempertanyakan komitmennya. 

Setelah revolusi, ElBaradei menjadi pemimpin oposisi keras—melalui Front Penyelamat—melawan kekuasaan Presiden Mohamed Morsi dari IM, namun kemudian mengundurkan diri sebagai Wakil Presiden sementara pasca-kudeta militer 2013 sebagai protes terhadap pembantaian para demonstran. 



Sementara itu, El-Sayyed El-Badawi Shehata, Ketua Partai Wafd, mewakili kelompok oposisi tradisional yang ragu-ragu. Pada 25 Januari, ia hanya mengizinkan anggotanya berpartisipasi atas tanggung jawab pribadi dan bukan atas nama dukungan partai, menunjukkan keengganan untuk mendukung penuh aksi yang berpotensi memutus hubungan dengan rezim Mubarak.

 Ironisnya, El-Badawi dan Partai Wafd kemudian bersekutu dengan ElBaradei dalam Front Penyelamat untuk menentang kekuasaan Ikhwanul Muslimin yang telah menunjukkan komitmen lapangan yang lebih jelas pada hari-hari awal revolusi.


Catatan 3 Era: IM dan Revolusi 25 Januari


Sejak awal pecahnya Revolusi 25 Januari 2011 di Mesir, Ikhwanul Muslimin (IM) secara konsisten menghadapi tuduhan mengenai ketidakikutsertaan awal dalam gerakan tersebut. Tuduhan yang beredar selama bertahun-tahun pasca-revolusi menuding bahwa IM tidak bergabung hingga 28 Januari, atau baru berpartisipasi setelah revolusi mulai menunjukkan tanda-tanda keberhasilan.

Namun, telaah terhadap pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Maktab Irsyad (Kantor Pusat) IM, yang ditandatangani oleh Pemimpin Umum mereka saat itu, Dr. Muhammad Badie, beberapa hari sebelum demonstrasi massal, memberikan konteks yang lebih jelas mengenai posisi resmi organisasi tersebut.

Fase Pra-Revolusi: Tiga Pernyataan Kunci

Pernyataan-pernyataan resmi IM dalam periode singkat setelah keberhasilan Revolusi Tunisia (14 Januari 2011) menunjukkan sikap yang progresif dan menuntut reformasi:

1. Pernyataan (Tuntutan Sepuluh) - 19 Januari 2011

Pernyataan ini dikeluarkan tak lama setelah lengsernya Ben Ali di Tunisia, yang berfungsi sebagai inspirasi dan pendorong bagi rakyat Mesir. IM mengucapkan selamat kepada revolusioner Tunisia dan menekankan pentingnya efektivitas rakyat dalam menghadapi rezim otoriter.

IM mencela keras kegagalan rezim Mesir dalam menanggapi tuntutan reformasi politik yang terus-menerus. Pernyataan ini mengajukan sepuluh tuntutan spesifik, yang utama meliputi:

 * Pencabutan status darurat.

 * Pembubaran Dewan Rakyat (Parlemen).

 * Amandemen konstitusi terkait pencalonan presiden.

 * Kebebasan membentuk partai dan surat kabar.

IM secara tegas memperingatkan pemerintah tentang kemungkinan timbulnya kemarahan rakyat yang tidak terduga jika tuntutan ini diabaikan.

2. Pernyataan Kedua - 23 Januari 2011

Dikeluarkan hanya dua hari menjelang 25 Januari, pernyataan ini berfokus pada eskalasi ancaman keamanan oleh rezim. IM mengutuk aparat keamanan yang memanggil dan mengancam para pemimpin IM di provinsi-provinsi dengan tindakan keras, termasuk penangkapan, jika mereka berpartisipasi dalam demonstrasi yang diserukan oleh kekuatan politik lain.

Pemimpin Umum IM, Dr. Muhammad Badie, menegaskan posisi organisasi: "Kami tidak akan pernah berada kecuali di tengah-tengah rakyat, berbagi keprihatinan dan harapan mereka..." Ini mengindikasikan bahwa meski ada ancaman, keputusan akhir IM adalah berpihak pada tuntutan rakyat.

Fase Setelah Pecahnya Revolusi: Penegasan Dukungan

Pernyataan Ketiga - 26 Januari 2011

Sehari setelah dimulainya aksi protes 25 Januari, IM mengeluarkan pernyataan yang mengonfirmasi bahwa Mesir sedang menyaksikan peristiwa besar dan penting. Pernyataan tersebut mengakui gerakan rakyat yang damai, serius, dan efektif di Kairo dan kota-kota lain, dengan pemuda sebagai garda terdepan.

IM mengeluarkan tiga tuntutan kunci:

 * Gerakan pemuda 25 Januari harus terus memerangi korupsi, penindasan, dan ketidakadilan.

 * Pemerintah diminta untuk tidak mengabaikan tuntutan tersebut dan segera melaksanakan reformasi politik.

 * Penegasan bahwa Ikhwanul Muslimin adalah bagian integral dari masyarakat Mesir, yang berbagi suka dan duka dengannya.

Sikap Rezim dan Media

Tanggapan dari pihak keamanan dan media yang loyal kepada rezim menunjukkan pengakuan mereka atas potensi mobilisasi IM:

 * Ancaman Keamanan: Pejabat keamanan negara secara langsung mengancam para pemimpin IM dengan penangkapan dan konfrontasi sengit. Dr. Essam El-Erian mencatat kecepatan respons ancaman ini.

 * Media Rezim: Surat kabar pro-pemerintah, seperti Al-Gomhuria, merespons pernyataan IM dengan serangan tajam, menuduh IM "menunggangi Revolusi Tunisia" dan berusaha "mencuri pemberontakan rakyat" untuk tujuan ideologis mereka, serta menuduh mereka menuntut pengakhiran negara sipil.

 * Media Oposisi: Surat kabar Al-Masry Al-Youm dan Al-Shorouk mengonfirmasi partisipasi IM dalam demonstrasi "Hari Kemarahan" 25 Januari, mencatat instruksi dari pimpinan IM agar anggotanya fokus pada Sepuluh Tuntutan dan menghindari bentrokan dengan aparat keamanan.

Dr. Muhammad El-Beltagy dan Dr. Essam El-Erian juga mengonfirmasi partisipasi IM melalui siaran pers dan wawancara dengan Al Jazeera, menegaskan bahwa keputusan telah diambil untuk tidak melarang anggota Ikhwan di seluruh provinsi untuk berpartisipasi.

Secara historis, dokumen-dokumen ini menunjukkan bahwa Ikhwanul Muslimin, meskipun menghadapi ancaman penindasan yang nyata, telah menetapkan tuntutan reformasi politik yang luas dan secara terbuka mendukung dan menyerukan partisipasi anggotanya dalam demonstrasi sejak tanggal 25 Januari, bahkan sebelum demonstrasi tersebut mencapai puncaknya pada 28 Januari.


Minggu, 17 Januari 2021

InspirasiQu - 2; Alhamdulillahi ‘ala Kulli Haal

 

Seri Inspirasi Al Qur'an
Tadabbur Surat Al Fatihah ayat: 2

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Lafaz  الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ  merupakan manifestasi dari kesyukuran yang telah diajarkan oleh Allah SWT untuk hamba-Nya. Karena kita sudah diberikan kehidupan yang berlimpah nikmat dan kasih sayang Allah SWT dalam segala hal. 

Lafaz  الْحَمْدُ لِلَّهِ  menurut Imam Jalaluddin Al Mahalli , pengarang kitab Tafsir Jalalain, merupakan kalimat khabar yang maksudnya adalah segala bentuk pujian hanya ditujukan untuk Allah, bahwa Dia lah pemilik segala bentuk pujian dan sanjungan dari makhluknya, atau zat yang berhak untuk dipujibermakna pujian atas segala kesempurnaan sifat Allah dan atas segala kekuasaannya memberikan kebaikan dan keadilan atas makhluk-Nya, sehingga Dia lah yang layak mendapatkan segala bentuk pujian dan sanjungan tersebut. 

Selanjutnya kalimat رَبِّ الْعَالَمِينَ, yang terdiri dari kata رَبِّ dan الْعَالَمِينَ … berarti Dia lah pemilik seluruh ciptaan-Nya, seperti manusia, jin, malaikat, binatang, dan seluruh makhluk lainnya.  

As-Sa’adi menyebutkan dalam tafsirnya, lafaz رَبِّ َ  bermakna murabbi bagi seluruh alam. Dia yang menciptakan semua makhluk, menyediakan perangkat-perangkat kehidupan, dan memberikan mereka nikmat-nikmat yang agung, yang jika nikmat atau perangkat itu hilang maka makhluk tersebut tidak akan bisa bertahan hidup. 

Ada 2 bentuk tarbiyah Allah atas makhluknya; 

  • Tarbiyah secara umum, yaitu Menciptakan seluruh makhluk, memberi rezeki, dan memberikan petunjuk dan ilham bagi mereka untuk bisa memperoleh maslahat bagi kehidupannya. 
  • Tarbiyah secara khusus, berupa bimbingan untuk hamba-hamba pilihan-Nya, seperti; membimbingnya kepada keimanan, memberikan taufiq (kemudahan) bagi makhluknya untuk bisa mencapai keimanan tersebut, menyempurnakan keimanan, mencegah dari hal-hal yang bisa menggelincirkan atau menjauhkan mereka dari Allah.

Jadi secara umum, kita fahami bahwa ucapan الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ merupakan perasaan yang melimpah yang masuk ke dalam hati seorang mukmin, semata-mata karena ingat kepada Allah dengan segala nikmat dan karunianya. 

Adapun manusia tidak berhak atas segala pujian dan sanjungan, karena semuanya adalah milik Allah SWT. Sementara pujian-pujian yang didapatkan dari makhluk terkadang hanya disebabkan Allah masih menutupi aib-aib yang ada. 

Demikian juga tidak perlu risau karena pujian manusia, atau tidak mendapatkan apresiasi dari manusia. Cukuplah Allah yang akan memberikan nilai dari setiap amalan kita. Jika kita memahami hal ini, selamatlak kita dari sifat riya, sum’ah dan takabbur. 

Ada beberapa keutamaan kalimat pujian kepada Allah;

  • Ucapan الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ  setiap memulai dan mengkahiri suatu pekerjaan merupakan salah satu kaidah tashawur Islami. 

    وَهُوَ اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ لَهُ الْحَمْدُ فِي الْأُولَىٰ وَالْآخِرَةِ ۖ وَلَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

    Dan Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, bagi-Nya-lah segala puji di dunia dan di akhirat, dan bagi-Nya-lah segala penentuan dan hanya kepada-Nya-lah kamu dikembalikan (Qs. Al Qashash 70)
  • Memuji Allah menjadi motivasi agar kita senantiasa mengingat Allah. Karena kita senantiasa memahami keagungan dan keluasang kasih sayang Allah bagi semua makhluk-Nya.
  • Selain itu memuji Allah akan mendatangkan pahala kebajikan bagi yang membacanya. 

Diriwayatkan di dalam sunan Ibnu Majah dari Ibnu Umar r.a bahwa Rasulullah saw. bercerita kepada mereka

أن رسول الله - صلى الله عليه وسلم - حدثهم أن عبدا من عباد الله قال: "يا رب لك الحمد كما ينبغي لجلال وجهك وعظيم سلطانك" فعضلت الملكين فلم يدريا كيف يكتبانها. فصعدا إلى الله فقالا: يا ربنا، إن عبدا قد قال مقالة لا ندري كيف نكتبها. قال الله - وهو أعلم بما قال عبده - : "وما الذي قال عبدي؟" قالا: يا رب، أنه قال: لك الحمد يا رب كما ينبغي لجلال وجهك وعظيم سلطانك. فقال الله لهما: " اكتباها كما قال عبدي حتى يلقاني فأجزيه بها" ..


“Bahwasanya salah seorang hamba di antara hamba-hamba Allah mengucapkan, "يا رب لك الحمد كما ينبغي لجلال وجهك وعظيم سلطانك".  (ya Tuhanku, kepunyaan-Mulah segala puji sebagaimana yang layak bagi keluhuran-Mu dan keagungan kekuasaan-Mu). 'Maka, ucapan ini menjadikan kedua malaikat bingung sehingga mereka tidak tahu bagaimana yang harus mereka tulis. Maka, naiklah keduanya kepada Allah, lalu berkata, 'Ya Tuhan kami, sesungguhnya seorang hamba telah mengucapkan suatu perkataan yang kami tidak tahu bagaimana kami harus mulanya. ”Allah bertanya padahal Dia Maha Mengetahui apa yang diucapkan oleh hamba Nya, 'Apa yang diucapkan oleh hamba-Ku' Mereka menjawab, 'Ya Tuhan kami, sesungguhnya dia mengucapkan, " لك الحمد كما ينبغي لجلال وجهك وعظيم سلطانك".. 'Kemudian Allah berfirman kepada mereka, ‘tulislah sebagaimana yang diucapkan hamba-Ku itu hingga dia bertemu Aku, maka Aku yang akan membalasnya. '” 

Wallahu a’lam


Referensi:

  • Al Qur’anul Karim dan terjemahannya
  • Tafsir Jalalain (Jalaluddin Al Mahally dan Jalaluddin As-Suyuthi
  • Tafsir Fii Zhilalil Qur’an (Sayid Quthb)
  • Tafsir As-Sa’adi ( Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di) 


InspirasiQu-1; Awali dengan Basmalah

Seri Inspirasi Al Qur'an
Tadabbur Surat Al Fatihah ayat: 1 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

Surat Al Fatihah, atau Ummul Kitab, atau yang disebut juga dengan Sab’ul Matsani (7 ayat yang selalu diulang-ulang) diawali dengan lafaz Bismillahirrahmanirrahim. Meskipun terdapat perbedaan pandangan para ulama tentang lafaz bismillah ini, apakah termasuk salah satu ayat dari surat Al Fatihah, atau hanyalah sebagai membuka atau pembatas antar surah dengan surah lainnya.  Namun pendapat yang lebih kuat menyebutkan bahwa Bismillah merupakan salah satu ayat dari surah Al Fatihah.

Arti lafaz بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ  secara makna bahasa adalah dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Lafaz  بِسْمِ اللَّهِ  menurut As Sa’adi, maknanya adalah memulai dengan setiap nama Allah, karena Allah memiliki banyak nama-nama yang baik (amaa ul husna). Sementara الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ  merupakan dua nama Allah yang agung, yang menunjukkan ke-Maha Luas-an pengasih dan penyayang-Nya atas semua makhluk.

Sayid Quthub dalam kitab tafsir Fii Zhilaalil Qur’an menyebutkan, bahwa memulai sesuatu dengan menyebut nama Allah merupaka adab yang diajarkan Allah kepada nabi-Nya, sesuai dengan wahyu pertama turun,

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ

“Bacalah. Dengan menyebut nama Tuhan-mu..”

Hal ini menjadi sebuah pemahaman yang fundamental bagi kita sebagai seorang beriman, bahwa menjadikan Allah sebagai sandaran suatu amalan adalah perkara wajib. Kita meyakini bahwasanya “Allah-lah yang Pertama dan Terakhir, yang Maha Nyata dan Maha Tersembunyi”. Maka ketika kita menjadikan nama  Allah sebagai andalan kita dalam memulai hal apapun, dan Allah sebagai tujuannya, maka rahmat, perlindungan, pertolongan dan kasih saying-Nya akan menyertai langkah kita. Dia akan menuntun kita kepada sesuatu yang baik, yang akan membawa kita kepada keselamatan dan kebahagiaan.

Sebaliknya meninggalkan Allah, tidak mengawali suatu perkara penting dengan nama Allah, akan membuat amalan tersebut terputus berkahnya. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan  Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


كُلُّ أَمْرٍ ذِيْ بَالٍ لاَ يُبْدَأُ فِيْهِ بِـ : بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ فَهُوَ أَبْتَرُ

“Setiap perkara penting yang tidak dimulai dengan ‘bismillahirrahmanir rahiim’, amalan tersebut terputus berkahnya.” (HR. Al-Khatib dalam Al-Jami’, dari jalur Ar-Rahawai dalam Al-Arba’in, As-Subki dalam tabaqathnya)

Maka memulai sesuatu dengan bismillah, bararti kita telah menyambungkan suatu amalan dengan tujuan hakikinya, mengantarkan kita kepada rahmat dan kasih sayang dari Allah SWT. Karena Allah Maha Rahman dan Maha Rahiim. Maha Pengasih dan Maha Penyanyang. Hanya Dia lah yang menghimpun dua sifat mulia tersebut.

Tatkala seseorang memulai pekerjaan baik nya dengan nama Allah, berarti ia sudah melakukan salah satu bentuk bentuk tawakkal terpenting. Artinya, ia menyadari bahwa tidak ada satupun makhluk yang bisa diandalkan, bahkan dirinya sendiri sekalipun, kecuali Allah lah zat yang bisa menjamin amalan tersebut sampai.

Maka mari kita jemput keberkahan hidup ini dengan senantiasa menghadirkan Allah dalam segala hal. Mari andalkan Allah saja. Karena rahmat dan kasih sayang-Nya maha luas. Wallahu a’lam.



Referensi:

  • Al Qur’anul Karim dan terjemahannya
  • Tafsir Jalalain (Jalaluddin Al Mahally dan Jalaluddin As-Suyuthi
  • Tafsir Fii Zhilalil Qur’an (Sayid Quthb)
  • Tafsir As-Sa’adi ( Abdurrahman bin Nashir As-Sa’adi)

Senin, 07 Oktober 2019

Perguruan Islam Ar Risalah, Pesantren Terbaik Sumatera Barat

Perguruan Islam Ar Risalah Padang adalah salah satu pesantren terbaik di Sumatera Barat. Menerapkan sistem boarding school (sekolah berasrama), dengan program unggulan Tahfizh Al Qur'an, Sains, ilmu syar'i dan penananam karakter Islami bagi para siswanya. Para siswa Perguruan Islam Ar Risalah Padang telah berhasil menorehkan banyak prestasi, baik di tingkat lokal maupun nasional. Seperti MTQ, OSN, KSM, dan berbagai bidang lainnya. Pesantren Perguruan Islam Ar Risalah memiliki jenjang pendidikan dari TK?RA, SD Qur'an, SMP, MA, dan Ma'had Aly. Untuk tahun akademik 2019-2020 Arisalah juga telah membuka Sekolah Tinggi Ekonomi Islam, dengan program studi Ekonomi Islam. Peminat pesantren ini, khususnya tingat SMP dan MA tidak hanya di tingkat lokal dan regional, tapi sudah nasional, bahkan internasional. Para siswanya tidak hanya dari Kota Padang dan Provinsi Sumatera Barat, tapi juga dari berbagai provinsi yang ada di pulau Sumatera, dan Jawa. Selain itu beberapa pelajar asal Thailand, Malaysia, dan Kamboja juga memilih belajar di Perguruan Islam Ar Risalah. Sekolah yang didirikan sejak tahun 2004 ini sudah meluluskan para alumni, yang tersebar di berbagai perguruan tinggi terbaik di dunia. Diantaranya, Universitas Al Azhar Mesir, Universitas Islam Internasional Madinah, Universitas Internasional Afrika - Sudan, Universitas Fathoni Thailand, Universitas Islam Internasional Malaysia (IIUM), Universitas Martin Luher-Jerman, dan berbagai perguruan terbaik lainnya di Indonesia. Keseharian para siswa Perguruan Islam Ar Risalah, disamping kegiatan belajar reguler, juga disibukkan dengan aktifitas menghafal Al Qur'an dan pembinaan bahasa asing (Bahasa Inggris dan Bahasa Arab). Selain itu para siswa juga bisa mengikuti berbagai kegiatan ekstra kurikuler seperti berorganisasi (Badan Eksekutif Siswa), ekskul cabang olahr raga, seni beladiri, nasyid, tata boga, menanah, dan berbagai kegiatan tambahan. Perguruan Islam Ar Risalah Padang, terus melakukan berbagai inovasi dalam pendidikannya, baik dalam bentuk fisik, maupun kualitas SDM. Baik SD, SMP maupun MA Perguruan Islam Ar Risalah saat ini sudah terakritasi A, sehingga layak menjadi sekolah referensi dan pilihan. Selain fasilitas sekolah dan para pendidik serta pembina yang mumpuni, pesantren Perguruan Islam Ar Risalah juga dilengkapi berbagai sarana penunjang seperti fasilitas ibadah, minimarket, Islamic Mini Bank (LKMR Risaltuna), Laundry, kantin, klinik dan berbagai fasilitas lainnya. Didukung oleh suasana lingkungan yang kondusif dan asri, pesantren Perguruan Islam Ar Risalah Padang sangat 'recomended' untuk belajar dan menghafal Al Qur'an. Jadi kalau mau cari pesantren terbaik, Perguruan Islam Ar Risalah adalah pilihan yang tepat. #arrisalahKeren

Senin, 24 Juni 2019

Penjara Mesir yang Allah Abadikan 3

Bismillahirrahmanirrahim,

Penjara akhirnya menjadi pilihan Yusuf as demi menyelamatkan diri dari tipu daya Zulaikha. Adapun keluarga istana menganggapnya sebagai tameng penyelamat dari rasa malu. Namun di kemudian hari kebenaran terungkap jua. Zulaikha mengakui kekeliruan ambisi cintanya pada Yusuf.

Di penjara, Yusuf ternyata Allah persiapkan menjadi orang besar. Ia masuk penjara, bersamanya ada dua pemuda, yang juga  yang konon adalah pelayan al-Aziz.

وَدَخَلَ مَعَهُ السِّجْنَ فَتَيَانِ ۖ قَالَ أَحَدُهُمَا إِنِّي أَرَانِي أَعْصِرُ خَمْرًا ۖ وَقَالَ الْآخَرُ إِنِّي أَرَانِي أَحْمِلُ فَوْقَ رَأْسِي خُبْزًا تَأْكُلُ الطَّيْرُ مِنْهُ ۖ نَبِّئْنَا بِتَأْوِيلِهِ ۖ إِنَّا نَرَاكَ مِنَ الْمُحْسِنِينَ

Dan bersama dengan dia masuk pula ke dalam penjara dua orang pemuda. Berkatalah salah seorang diantara keduanya: "Sesungguhnya aku bermimpi, bahwa aku memeras anggur". Dan yang lainnya berkata: "Sesungguhnya aku bermimpi, bahwa aku membawa roti di atas kepalaku, sebahagiannya dimakan burung". Berikanlah kepada kami ta'birnya; sesungguhnya kami memandang kamu termasuk orang-orang yang pandai (mena'birkan mimpi).

Yusuf as Allah berikan kelebihan berupa ilmu takwil mimpi. Di penjara inilah ia kemudian menakwilkan mimpi dua lelaki pelayan al-Aziz. Dari mimpi ini kemudian mengantarkan Yusuf ke istana. Mereka yang tadinya penganut agama paganisme, -keyakinan warga Mesir saat itu- menemukan cahaya kebenaran lewat dakwah Yusuf selama di penjara. 

Ini menjadi hikmah besar di kemudian hari, dan akhirnya membuka mata banyak orang, bangsawan istana,  dan saudara-saudaranya yang dulu membuangnya ke sumur.

Yusuf, yang dipenjara bukan karena kesalahan, menemukan ladang dakwah baru, penjara. Dia menemukan banyak diantaranya dipenjara tanpa alasan yang jelas. Yusuf memainkan perannya. Ia tak putus asa atau meratap dan meminta belas kasihan lantaran merasa 'baper' karena terzalimi.

Di penjara, ia mengenalkan diri, agamanya, dan menceritakan karunia Allah untuk hambanya.

وَاتَّبَعْتُ مِلَّةَ آبَائِي إِبْرَاهِيمَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ ۚ مَا كَانَ لَنَا أَنْ نُشْرِكَ بِاللَّهِ مِنْ شَيْءٍ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ فَضْلِ اللَّهِ عَلَيْنَا وَعَلَى النَّاسِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَشْكُرُونَ

Dan aku pengikut agama bapak-bapakku yaitu Ibrahim, Ishak dan Ya'qub. Tiadalah patut bagi kami (para Nabi) mempersekutukan sesuatu apapun dengan Allah. Yang demikian itu adalah dari karunia Allah kepada kami dan kepada manusia (seluruhnya); tetapi kebanyakan manusia tidak mensyukuri (Nya). (Qs. Yusuf: 38)

Kemudian barulah Yusuf meluruskan pemahaman mereka tentang ketuhanan. Tuhan mana yang layak untuk disembah, tuhan-tuhan yang mereka ciptakan, ataukah Tuhan yang telah menciptakan mereka dan berkuasa atas kehidupan? 

يَا صَاحِبَيِ السِّجْنِ أَأَرْبَابٌ مُتَفَرِّقُونَ خَيْرٌ أَمِ اللَّهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ

Hai kedua penghuni penjara, manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa? (Qs. Yusuf: 39).

Melalui dakwah Yusuf inilah, hati mereka yang selama ini tertutup menjadi terbuka. Mereka yang sudah lama putus asa akibat kezaliman, kembali menemukan harapan.

Inilah penjara Yusuf. Penjara yang orang-yang merdeka dari penghambaan kepada taghut Mesir. Di sini banyak orang-orang baik menghabiskan hidupnya. Banyak orang yang memilih untuk teguh dengan kebenaran. Tak sedikit yang menemukan kebenaran di balik jeruji-jeruji kezaliman. Mereka sesungguhnya Merdeka. Wallahu a'lam





Jumat, 21 Juni 2019

Penjara Mesir yang Allah Abadikan - 2

Bismillahirrahmanirrahim

Reputasi dan obsesi Zulaikha, istri penguasa Mesir, al-Aziz membuat Yusuf dipenjara.  Skandal rayuannya terhadap anak angkatnya itu tersebar begitu cepat di seantero Mesir. Zulaikha menjadi bahan gunjingan. Aib tercoreng di wajah wanita terpandang istana al-Aziz. 

Ditambah lagi kesumat hati Zulaikha, lantaran Yusuf tak mau mengikuti keinginannya. Ia menilai Yusuf benar-benar tak tahu diri. Maka dalam 2 momen berbeda ia bertekad akan memenjarakan Yusuf, hanya sekedar pamer bahwa ia harus dihormati dan ditaati. Sudah kita bahas pada bagian 1.

Akan tetapi skandal ini benar-benar membuat pihak istana tidak bisa tidur. Akhirnya dihadirkan saksi untuk membuktikan siapa sebetulnya yang bersalah. Tentu saja mereka berharap nama baik Zulaikha bisa dilindungi dan Yusuf bersalah. 

Tapi kenyataannya justru berbeda. Baju Yusuf robek di bagian belakang, artinya Zulaikha yang bersalah. Dialah yang memperdaya Yusuf. Kebenaran menjadi terang. Semua yang mengikuti 'persidangan' tak bisa menolak kenyataan ini. 

Namun demi menyelamatkan harga diri keluarga istana, dan membungkam gosip di luar, mereka sepakat bahwa Yusuf tetap harus dipenjara. Harapannya adalah untuk membentuk opini publik, bahwa Yusuf terbukti bersalah dan ia dipenjarakan. Inilah manipulasi hukum yang dipaksakan, dan disetujui bersama-sama. Dan hakim yang memutuskan tahu kalau Yusuf terbukti tak bersalah. Tapi mereka tak berdaya, demi reputasi.

Allah SWT berfirman: 

ثُمَّ بَدَا لَهُمْ مِنْ بَعْدِ مَا رَأَوُا الْآيَاتِ لَيَسْجُنُنَّهُ حَتَّىٰ حِينٍ

Kemudian timbul pikiran pada mereka setelah melihat tanda-tanda (kebenaran Yusuf) bahwa mereka harus memenjarakannya sampai sesuatu waktu. (Qs. Yusuf: 35)

Dalam ayat ini terdapat setidaknya terdapat 3 poin penting: 

Pertama: Setelah melihat bukti-bukti yang nyata bahwa Yusuf tak bersalah, penguasa dan para menterinya berfikir keras untuk menutupi fakta yang sudah mereka lihat. Inilah karakter peradilan ala para diktator. Keputusan harus sesuai dengan apa yang mereka inginkan, sementara bukti harus menyesuaikan dengan selera penguasa. 

Kedua: Walau bagaimanapun, Yusuf tetap harus dipenjarakan. Sekalipun ia terbukti tak bersalah. Tapi ini demi menjaga martabat dan ego penguasa. Apa kata dunia? 

Benar, bahwa ini semua adalah skenario yang telah disiapkan Allah untuk menjaga kemuliaan hambanNya, Yusuf, as. Namun ini adalah pelajaran penting untuk manusia hingga akhir zaman. Ketika hukum menjadi alat kekuasaan, dan diputuskan oleh orang-orang yang memiliki 'kepentingan' , maka ia tidak akan mampu mewakili dan membela kebenaran. Apalagi yang menjadi objek bukan siapa-siapa. Maka inilah yang terjadi hingga hari ini. Hukum tumpul ke atas, dan tajam ke bawah.

Ketiga: Masa tahanan yang unlimited. Makna kalimat حَتَّىٰ حِينٍ menurut imam Qurthubi adalah: sampai waktu yang tidak ditentukan. Dalam hal ini para ulama tafsir memiliki perbedaan pandangan. 

Menurut Ibnu Abbas ra, kalimat حَتَّىٰ حِينٍ maksudnya adalah sampai desas-desus yang berkembang di publik berhenti, atau dilupakan. 

Sementara Sa'id bin Jubair berpendapat bahwa waktu yang dimaksud adalah 6 bulan. Ada juga pendapat lain yang menyebutkan 13 bulan, 9 tahun, 5 tahun, atau 7 tahun. 

Jika merujuk kepada pendapat yang dikemukakan oleh Qurthubi dan Ibnu Abbas, maka batasnya adalah sampai semua orang melupakan apa yang terjadi. Tentu saja ini adalah waktu yang sangat lama, karena yang terlibat adalah pembesar istana yang memiliki kekuasaan tanpa batas waktu.

Jadi tidak ada kepastian hukum. Lantaran hukum hanya menjadi alat kekuasaan para diktator dan masyarakat kelas atas. 

Kondisi ini bahkan masih terjadi hingga sekarang. Banyak yang sebetulnya tak bersalah, tapi dipaksakan menjalani hukuman, hanya karena mereka dinilai 'membahayakan' kepentingan tirani. Dengan berbagai dakwaan yang diada-adakan mereka akhirnya mendekam di penjara sampai waktu yang tidak ditentukan. 

Sekali lagi, Allah SWT tentu tidak akan menceritakan suatu perkara dalam Al Qur'an melainkan menjadi pelajaran penting bagi manusia sepanjang zaman. Wallahu a'lam


Kamis, 20 Juni 2019

Penjara Mesir Yang Allah Abadikan -1

Bismillahirrahmanirrahim,

Satu-satunya penjara dunia yang diabadikan penyebutannya oleh Allah SWT dalam Al Qur'an adalah penjara Mesir. Dalam bahasa Arab, penjara disebut dengan سجن. Allah SWT menyinggungnya dalam Al Qur'an sebanyak 10 kali. Sembilan kali Allah sebutkan dalam surat Yusuf dan satu kali dalam surat Asy-Syu'ara. 

Dalam kisah Al Qur'an tentang penjara Mesir ini, Allah pilihkan dua tokoh istimewa, nabi-Nya Yusuf dan Musa 'alaihimassalam. Kisah mereka berdua kemudian mengabadi, menjadi memoar yang tetap bisa kita baca dan saksikan hingga hari ini.

Adapun pengulangan penyebutan penjara dengan berbagai bentuk redaksinya, ternyata juga merupakan salah satu mu'jizat Al Qur'an. Allah menggambarkan begitu rinci tentang seluk kehidupan penjara Mesir, tentang orang-orang yang menghuninya dan tentang kediktatoran para penguasa sepanjang zaman.

Dari sini kita akan semakin yakin betapa kuat diksi bahasa Al Qur'an dan maha luas ilmu Allah. Semua itu agar kita mau mengambil ibrah.

Sekarang mari kita simak bagaimana Al Qur'an menceritakan. Allah SWT berfirman:

قَالَتْ مَا جَزَاءُ مَنْ أَرَادَ بِأَهْلِكَ سُوءًا إِلَّا أَن يُسْجَنَ أَوْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Wanita itu berkata: “Apakah pembalasan terhadap orang yang bermaksud berbuat serong dengan isterimu, selain dipenjarakan atau (dihukum) dengan azab yang pedih?” (Qs. Yusuf: 25)

Adalah Zulaikha, istri pembesar Mesir yang jatuh cinta kepada anak angkatnya Yusuf. Ia tidak mampu mengendalikan perasaannya hingga ia nekat menjebak Yusuf untuk mengikuti hasratnya, mengkhianati suaminya. Namun Yusuf segera berlindung kepada Allah dan berlari menuju pintu keluar. Yusuf berhasil mencapai pintu yang sebelumnya sudah ditutup rapat oleh Zulaikha, dan Zulaikha berhasil menarik bajunya dari belakang hingga robek. Namun pada waktu bersamaan suaminya datang membuka pintu dan memergoki apa yang terjadi.

Dalam kondisi ini Yusuf hanyalah seorang anak angkat yang diselamatkan dari sumur dan dibesarkan oleh al-Aziz (pembesar) Mesir. Ia tak punya kuasa untuk membela diri, kecuali Allah sebagai pembelanya, dan ia menyadari hal itu sehingga ia memilih 'berlari' kepada-Nya dari godaan Zulaikha. 

Sementara di sisi lain, Zulaikha juga sadar betul siapa dirinya. Ia adalah seorang bangsawan, istri penguasa, punya kekuasaan di istana itu dan tentu saja tak ingin reputasinya hancur di hadapan suaminya dan Yusuf, sang anak angkat. Maka, sifat diktatornya pun muncul. Ia pun menggunakan ancaman 'penjara' demi melindungi harga diri dan obsesinya.

Ia pun mengulangi ancaman yang sama di hadapan para wanita Mesir, setelah mereka terpukau melihat ketampanan Yusuf dan menerima alasan kuat ketertarikan Zulaikha. Tanpa sadar telah melukai jari-jari mereka sendiri. Zulaikha pun berkata, sebagaimana Allah sebutkan dalam firman-Nya:

وَلَئِن لَّمْ يَفْعَلْ مَا آمُرُهُ لَيُسْجَنَنَّ وَلَيَكُوناً مِّنَ الصَّاغِرِين

Dan sesungguhnya jika dia tidak mentaati apa yang aku perintahkan kepadanya, niscaya dia akan dipenjarakan dan dia akan termasuk golongan orang-orang yang hina” (Qs. Yusuf: 32)

Ancaman penjara Zulaikha untuk memuluskan obsesinya. Ini kemudian Allah abadikan, dan ternyata inilah yang menjadi karakter warisan para diktator Mesir sepanjang sejarah. Mereka menggunakan ancaman yang sama bagi siapapun yang dianggap menghalangi kepentingannya. Mereka berfikir bahwa dengan cara ini mereka akan ditakuti dan ditaati.

Dan memang, jiwa-jiwa yang kerdil dan haus akan kehormatan akan ketakutan dengan ancaman ini. Namun tidak berlaku bagi Yusuf, lelaki bergelar as-shiddiq (yang jujur keimanannya pada Allah).

قَالَ رَبِّ السِّجْنُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا يَدْعُونَنِي إِلَيْهِ

Yusuf berkata: “Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. (Qs. Yusuf: 33)

Akhirnya orang-orang yang jujur keimanannya pada Allah dan mencintai kehidupan akhirat, lebih memilih dipenjara, daripada ikut dengan segala tipu daya dan kemuliaan duniawi. Inilah Yusuf yang kemudian Allah abadikan dengan gelar as-shiddiq. 

Inilah keunikan penjara-penjara Mesir. Sepanjang sejarah hingga hari ini, sebagiaanya dipenuhi oleh orang-orang baik, yang rela dipenjara dan disiksa bukan karena kejahatannya, namun lantaran tak mau ikut dengan penguasanya. Dan ajaibnya lagi para penguasa dan hakim yang menjebloskan para tahanan tersebut mengetahui bahwa yang mereka penjarakan memang tidak bersalah. Mereka tidak mau diatur dan tidak pro dengan kepentingannya. Itu saja.


Tapi inilah barangkali 'kutukan' untuk mereka, lantaran mengabaikan kebenaran dan menjual kebenaran demi setetes gengsi duniawi. Hingga mereka dengan suka rela mewarisi karakter buruk, kediktatoran nenek moyang mereka, para Fir'aun dan kaki tangannya. Wallahu a'lam

-Bersambung


Senin, 17 Juni 2019

Selamat Jalan Presiden Mursi

Kabar duka hari ini menyelimuti dunia Islam. Mantan Presiden Mesir, Dr. Muhammad Mursi meninggal dunia, Senin (17/6) waktu Mesir. Ia diberitakan meninggal saat menjalani persidangan pada hari yang sama atas tuduhan spionase yang dijatuhkan atas dirinya oleh rezim kudeta As Sisi. Media Mesir melaporkan ia sempat jatuh pingsan dalam persidangan dan dilarikan ke rumah sakit, dan dikabarkan meninggal dunia pukul 16.50 waktu setempat.

Setelah melalui proses penanganan dari tim forensik, jenazah presiden ke-5 itu akan langsung dimakamkan di pemakaman umum di Nasr City, pada Selasa (18/6). Menurut keterangan yang dilansir dari media Rassd News Mesir, proses pemakaman hanya dihadiri oleh pihak keluarga dan kuasa hukum dengan pengawalan ketat dari pihak keamanan. 

Sebelumnya pihak keluarga telah meminta izin kepada pejabat berwenang Mesir untuk memakamkan Mursi di samping kuburan ibunya di Provindi Sharqeya, Delta Nil. Namun permintaan keluarga Mursi tidak dikabulkan.

Belum diketahui alasan pasti penyebab kematian Mursi yang tiba-tiba saat persidangan tersebut. Hanya saja menurut media televisi resmi Mesir, Mursi meninggal dunia karena serangan jantung. Sementara itu  Organisasi kemanusiaan "Amnesty Internasional"mendesak pihak berwenang Mesir menyelidiki kematian Mursi. 

"Kami meminta pihak berwenang Mesir untuk menggelar penyelidikan yang tidak memihak, transparan dan menyeluruh atas kematian Mursi, termasuk hukuman kurungan dan isolasi dari dunia luar," cuit Amnesty International dalam bahasa Arab, Selasa (18/6).

Mereka juga meminta penyelidikan atas perawatan kesehatan yang diterima Mursi. Amnesty International juga mendesak siapa pun pelaku penganiayaan harus mempertanggung jawaban tindakannya.

Apa reaksi atas kematian Morsi?

Partai Kebebasan dan Keadilan, yang memiliki kedekatan dengan organisasi yang kini dilarang, Ikhwanul Muslimin, mengatakan kematian Morsi identik dengan "pembunuhan", dan mendesak para pendukungnya berkumpul selama proses pemakaman dan berdemonstrasi di luar kedutaan besar Mesir di seluruh dunia.

"Mereka menempatkannya di ruangan tahanan khusus yang terisolasi selama penahanannya yang melebihi lima tahun, lalu menghalang-halangi pemberian obat-obatan dan menyediakan makanan yang buruk. Mereka mencegah dokter dan pengacaranya dan bahkan mencegahnya berkomunikasi dengan keluarganya. Mereka merampas hak asasi manusia yang paling sederhana," kata kelompok itu, seperti dikutip BBC, Selasa (18/6/2019).

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, yang merupakan sekutu terdekatnya, menyalahkan pemerintah "tiran" Mesir atas kematian Morsi, sementara Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, yang merupakan sekutu terdekat lainnya, menyatakan kesedihan mendalam.

Crispin Blunt, anggota parlemen Inggris dari Partai Konservatif, yang sebelumnya memperingatkan tentang kondisi kesehatan Morsi, menyerukan penyelidikan internasional dan mengatakan pemerintah Mesir bertanggungjawab untuk menjelaskan kematian Mursi.

"(Mursi) ditahan di sel isolasi selama hampir enam tahun, yang berdampak besar atas kesehatan mental dan fisiknya. Dia secara efektif terputus dari dunia luar," kata Wakil Direktur Amnesty International untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, Magdalena Mughrabi.

Direktur Human Rights Watch untuk Timur Tengah, Sarah Leah Whitson, mengatakan bahwa kematian Morsi mengerikan, tetapi dapat diprediksi.


Siapakah Dr. Muhammad Mursi?

Mursi yang bernama lengkap Muhammad Mursi 'Isa al-Ayyat lahir di  desa El-Adwah Provinsi Sharqiya di kawasan Delta Nil pada 20 Agustus 1951. Dia mendalami teknik sipil di Universitas Kairo pada 1970-an sebelum pindah ke Amerika Serikat untuk merampungkan studi tingkat doktoral. Sebelum terpilih sebagai presiden Mesir, Mursi pernah menjadi anggota parlemen Mesir periode 2000 - 2005, dan termasuk anggota parlemen terbaik. 
Pada pemilihan umum presiden Mesir tahun 2012 Mursi terpilih sebagai presiden Mesir ke-5, menggantikan presiden sebelumnya Hosni Mubarak yang terguling dalam revolusi Mesir 25 Januari 2011. Ia menjadi presiden Mesir pertama dari kalangan sipil, yang dipilih secara demokratis melalui pemilihan umum langsung, dan dilantik pada 30 Juni 2012.
Semasa menjabat sebagai pemimpin Mesir, Mursi telah melakukan berbagai kebijakan untuk memperjuangkan kebangkitan bangsa Mesir dan dunia Islam dari keterpurukan. Ia juga menjadi garda depan mendukung perjuangan kemerdekaan bangsa Palestina, salah satunya adalah dengan mempermudah akses bantuan ke Jalur Gaza yang diblokade Israel. 
Terpilihnya Mursi sebagai presiden Mesir dari kalangan poros Islam yang dipimpin oleh Ikhwanul Muslimin, menjadi puncak musim semi Arab. Harapan baru akan perubahan dan kebangkitan Islam tumbuh subur dan menjadi penyemangat berbagai gerakan Islam lainnya di kawasan Timur Tengah, bahkan juga dirasakan hingga tanah air. 
Namun perjalanan Mursi memimpin 'kebangkitan' Mesir tidak mudah. Berbagai tantangan yang harus dihadapi oleh sebuah pemerintahan baru, membuatnya hanya bertahan satu tahun. Para penentangnya  dari kalangan sekuler, sosialis dan pendukung status quo (Pro Mubarak) terus melakukan berbagai manuver politik untuk melemahkan kepercayaan rakyat terhadap pemerintahan Mursi. Mereka melancarkan skenario chaos di berbagai wilayah. Mereka menyebut Mursi gagal memerintah selama masa kekuasaan yang bergolak serta menuduhnya membiarkan kelompok-kelompok berhaluan Islam mendominasi arena politik dan salah urus ekonomi.
Puncaknya adalah aksi gerakan tamarrud (pembangkangan) yang dilakukan oleh kubu oposisi pada 30 Juni 2013. Mereka turun ke jalan-jalan Mesir dan melakukan berbagai aksi kerusuhan, bertepatan dengan peringatan satu tahun kekuasaan Morsi pada 30 Juni 2013. Pada 3 Juli malam, junta militer dipimpin oleh Jendral Abdel Fattah As Sisi yang merupakan menteri pertahanan pemerintahan Mursi, melakukan kudeta atas pemerintahan Mursi. As-Sisi yang didukung oleh sejumlah tokoh, termasuk Grand Seikh Al Azhar Ahmed Thayeb membekukan sementara konstitusi dan mengumumkan pembentukan pemerintahan interim yang diisi oleh para teknokrat sebelum digelar pemilihan presiden baru. Sejak itu Mursi langsung ditetapkan sebagai tahanan dengan berbagai tuduhan atas dirinya. 
Hari-hari Keteguhan Mursi di Penjara 
Setelah Mursi digulingkan oleh As-Sisi, ia digantikan oleh PM interim Adly Mansur, yang ditunjuk oleh As-Sisi. Sejak itu ia di isolasi dari publik bahkan tidak diizinkan bertemu keluarganya. 
Mursi pun didakwa dengan berbagai tuduhan, diantaranya penyerangan demonstran di depan Istana negara, pemalsuan dokumen, membocorkan rahasia negara (spionase) dan sejumlah tuduhan lainnya. Ia mendapat vonis hukuman penjara lebih dari 45 tahun, bahkan vonis hukuman mati. 
Kendatipun demikian Mursi tidak menyerah, apalagi mengakui keabsahan rezim As-Sisi. Ia tetap menyatakan dirinya sebagai presiden Mesir yang sah, dan menentang kudeta militer atas dirinnya. Dalam beberapa kali persidangan atas dirinya, ia menyatakan akan terus memperjuangkan kedaulatan Mesir dan rakyatnya. Bahkan hingga persidangan terakhir yang dijalaninya pada 17 Juni 2019, dari balik kerangkeng besi, ia tetap tegar menyatakan pembelaannya terhadap demokrasi Mesir yang telah dirampas oleh kudeta militer. 
Namun tak dapat dipungkiri, selama dalam penjara militer, kesehatan Mursi mengalami penurunan. Banyak pihak menyorot pelayanan kesehatan untuk Mursi selaman di penjara tidak memenuhi syarat.
Detention Review Panel (DRP) dari parlemen dan pengacara Inggris, yang dimintai bantuan oleh keluarga Mursi, sebagaimana dilansir situs berita Aljazirah, pada Maret 2018 lalu, melaporkan bahwa mantan pemimpin Mesir  itu menerima perawatan medis yang tidak memadai, terutama mengenai perawatan diabetesnya yang juga tidak memadai, dan perawatan penyakit hatinya yang juga tidak memadai. 
Diolah dari berbagai sumber





Jumat, 07 Juni 2019

Tsabat itu Berat, Dilan

Bertahan dalam ketaatan. Kedengarannya sih gampang, tapi nyatanya berat. Ada banyak rintangan yang menjadi penghalang seseorang untuk istiqamah dalam ketaatan dan ibadah. Godaan untuk futur (lemah semangat) berdatangan silih berganti, dari segala penjuru.

Beberapa penghalang seseorang dari tsabat dalam ketaatan antara lain:


  • Cinta dunia dan terlena dengan gemerlapnya
Dunia beserta gemerlap godaannya menjadi penghalan orang konsiaten untuk taat kepada Allah. Berbagai kesibukan dunia seringkali melalaikan dari akhirat.

Dunia beserta pernak-perniknya dijadikan indah, hingga manusia terobsesi dan berangan-angan meraihnya. Selanjutnya menghalalkan segala cara dan lupa akhirat.

بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا . وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى 
Tetapi kamu memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. (QS. Al A’la: 16-17)

  • Berlebih-lebihan dalam hal mubah
Berlebih-lebihan dalam hal mubah juga bisa menghalangi kita dari tsabat dalam ketaatan. Banyak yang lost of control begitu datang hari raya. Baik dalam perkara makan dan minum, berpakaian, penampilan maupun dalam hal waktu. 

Terlena dengan semua itu menyebabkan lupa dan malas beribadah kepada Allah. Bahkan lebih jauh, jika tidak berhati-hati akan terjerumus pada hal yang dilarang oleh Allah

لا يَبْلُغُ أَحَدُكُمْ دَرَجَةَ التَّقْوَى حَتَّى يَدَعَ مَالَيْسَ بِهِ بَأْسٌ إِلىَ مَا بِهِ بَأْسٌ . رواه الترمذي

Tidaklah salah seorang di antara kalian dapat mencapai derajat taqwa sehingga ia meninggalkan sesuatu yang diperbolehkan karena khawatir terjerumus pada hal-hal yang tidak diperbolehkan. (HR Tirmidzi)

  • Jauh dari komunitas ketaatan
Di antara musibah yang seringkalu menimpa kita adalah jauh atau terpisah dari komunitas orang salih. Sehingga sangat jarang mendapatkan suntikan spiritual dan nasihat untuk selalu mengingat Allah. Akibatnya ruhiya lebih cepat gersang dan layu, hati mudah keras  dan iman sering menurun (futur).

Maka cintailah kesalihan dan senantiasa berinteraksi dengan orang salih. Senantiasa dekati tempat-tempat yang didalamnya berkumpul orang-orang salih, seperti masjid dan majelis ilmu. Atau sering bersilaturrahim dengan orang orang salih.

المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل

Agama Seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

Semoga Allah senantiasa kuatkan kita untuk istiqamah, sabar dan tsabat dalam ketaatan.

Wallahu a'lam.


-Paninggahan, 3 Syawal 1440